DKI Pasang Alat Canggih Awasi Polusi Pelabuhan KCN

Jakarta, PONTAS.ID – Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Utara memasang alat pemantau udara di sekitar Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (11/9/2019).

Pemasangan alat ukur tersebut bertujuan untuk memantau pencemaran debu batubara yang ditimbulkan pelabuhan Karya Citra Nusantara (KCN) Marunda.

Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) Sudin LH Jakarta Utara, Suparman mengatakan, pemasangan SPKU (Sistem Pemantau Kualitas Udara) dilakukan hingga 14 hari ke depan.

“Alat di pasang selama 14 hari hasilnya bisa langsung keluar setiap hari dan bisa dilihat besok sore untuk hari pertama. Sementara hasil laboratoriumnya setelah 14 hari. Ini alat tercanggih yang bisa mendeteksi pencemaran udara,” terang Suparman.

Menurut Suparman, alat pemantau udara tersebut mampu menjangkau pencemaran udara hingga radius 2000 meter. “Diletakkannya di Rusun Marunda ini, karena warga yang terkena dampak di sini. Nanti setelah mendapatkan hasilnya, akan diketahui sumber pencemaran berasal dari mana,” katanya.

Sebelumnya, PT Karya Cipta Nusantara (KCN) yang merupakan pengelola Pelabuhan Marunda mengakui dalam sebulan terakhir, polusi udara khususnya di sekitar DKI Jakarta meningkat cukup tajam.

Di sisi lain, beberapa kalangan menilai polusi ini diakibatkan oleh jumlah kendaraan bermotor yang semakin banyak dan penggunaan batu bara juga dituding menjadi salah satu pemicu meningkatnya pencemaran udara.

Bahkan, persoalan debu yang diduga disebabkan dari batu bara PT KCN tersebut telah dilakukan rapat pada tanggal 13 Agustus 2019 lalu dengan melibatkan Camat Cilincing, Lurah, KCN Marunda, Rumah Susun Marunda, RW.04 dan RW.11 Marunda dan unit terkait.

Penulis : Edi Prayitno
Editor: Idul HM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here