Musi Rawas, PONTAS.ID – Belasan Ibu-ibu Anggota Program Keluarga Harapan (PKH) mendatangi kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Musi Rawas (Mura), Senin (5/8/2019).
Kedatangan mereka guna meminta kepada Dinsos Mura, agar Koordinator program pendamping keluarga harapan (PKH) di Kecamatan Muara Kelingi Kabupaten Musi Rawas (Mura) bernama Habibi diaktifkan kembali.
“Kami mendatangi dinas sosial untuk klarifikasi dan melapor ke dinas sosial, bahwa laporan terhadap pendamping PKH apa yang dilaporkan tersebut tidak benar,” ujar koordinator aksi Elvis di Kantor Dinas Sosial, Mura.
Padahal jelas Evlis, Surat Keputusan (SK) pengangkatan Habibi diterbitkan oleh Menteri Sosial, namun, Dinsos malah menonaktifkan Habibi secara sepihak.
Selama ini lanjutnya, 324 Ibu-ibu anggota PKH tersebut merasa terbantu oleh Habibi.
“Tidak pernah ada keributan dan protes kepada Habibi. Hanya baru-baru ini ada pihak ketiga yang diduga tidak senang, sehingga terjadi seperti ini. Akibatnya pencairan dana PKH diundur,” tegasnya
Evlis mengatakan jika Dinsos Mura tidak menanggapi, para ibu anggotq PKH akan kembali datang dengan jumlah yang lebih banyak.
Sementara Penasehat Hukum Komunitas PKH Muara Kelingi Edwar Antoni Meminta Kadinsos, korkab PKH untuk objektif dan melihat permasalah dengan seimbang.
“Kami harapkan tidak ada lagi polemik dan nama baik saudara Habibi dapat dipulihkan dan diaktifkan Kembali sesuai permintaan penerima PKH dalam binaan Habibi,” ungkapnya
Bantahan Habibi
Sebelumnya, Habibi menegaskan dan membantah melakukan pungutan liar (Pungli) kepada Ibu-ibu penerima dana PKH.
Penegasan ini sekaligus menjawab adanya informasi dari salah satu media online dan informasi tersebut sudah berkembang di masyarakat jika dirinya telah melakukan pungli kepada Ibu-ibu.
“Saya tidak pernah melakukan pungli, dan apa yang sudah saya lakukan sesuai dengan prosedur yang ada,” kata Habibi kepada wartawan Selasa (25/7/2019).
Mengenai pembagian uang di malam hari kepada anggota PKH, seingat dirinya tidak pernah ia membagikan uang tersebut pada malam hari, “Dan biar lebih jelas silakan dicek langsung ke masyarakat,” katanya.
Namun ia mengakui memang ada anggota PKH yang memberi uang kepada istrinya, namun itu bukan lah pungli, uang tersebut diberikan kepada istrinya oleh anggota PKH sebagai tanda terima kasih dan mereka pun memberikannya dengan iklas.
“Dan saya pun tidak pernah meminta, apalagi memaksa agar anggota PKH memberikan uang, mereka memberikan sebagai tanda ucapan terimakasih, dan yang memberi itupun tidak semuanya,” jelasnya.
Selain itu terangnya, Habibi mengakui jika benar buku tabungan, ATM dan PIN dipegang dirinya, tetapi dijelaskannya buku tabungan, ATM dipegang itu saat akan pengambilan uang saja. Dan hal tersebut sesuai dengan surat kuasa kesepakatan, apabila uang sudah diambil atau dicairkan buku tabungan, ATM akan dikembalikan.
“Itupun tidak semuanya menitipkan kuasanya, ya karena mereka ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan, sebab itu anggota PKH sebagian meminta bantuan untuk mencairkan melalui saya,” ungkapnya.
Sementara itu pendamping
Penulis: Zainuri Lin
Editor: Pahala Simanjuntak



























