Jakarta, PONTAS.ID – Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan/KLHK mulai mengoperasikan instalasi pengendalian limbah di Masjid Istoqlal.
Pengoperasian Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Domestik, Recyle Air Limbah Wudhu serta pembangunan Kanal Plaza dan Wetland merupakan upaya pengendalian pencemaran air di lingkungan Masjid Istiqlal.
“Serta manfaat sosial berupa tersedianya fasilitas informasi, pendidikan dan interaksi sosial masyarakat, serta manfaat ekonomi berupa meningkatnya ketersediaan air bersih serta pengurangan biaya pemakaian air bersih,” ujar Menteri LHK Siti Nurbaya saat meresmikan penggunaan sejumlah instalasi tersebut di kompleks Masjid Istiqlal di Jakarta, Minggu (23/6/2016).
Pembangunan sarana pengendalian pencemaran air ini kata Menteri Siti dilatarbelakangi oleh kualitas air Sungai Ciliwung yang sangat memprihatinkan. Selain itu, tuntutan penurunan beban pencemaran air sungai dan air tanah, tuntutan pengelolaan air bersih dan limbah secara efektif, efisien dan berwawasan lingkungan, serta makin tingginya kebutuhan air bersih di Masjid Istiqlal.
“Salah satu alternatif yang banyak mendapat perhatian di banyak negara di dunia adalah dengan daur ulang air limbah, khususnya air limbah perkotaan (municipal waste) sebagai salat satu sumber air baku untuk penyediaan air bersih,” pungkasnya.
Sementara iti, Dirjen PPKL-KLHK, M.R. Karliansyah menyebut pembangunan sistem pemantauan kualitas air dilakukan pada 2015 dan berjalan sampai sekarang.
“Sistem pemantauan kualitas air dimaksudkan untuk memantau kualitas air Sungai Ciliwung di ruas Masjid Istiqlal secara terus menerus dan real time/online,” papar Karliansyah.
Ada tiga kegiatan utama yang diterapkan di kompleks Masjid Istiqlal tersebut, yaitu pembangunan IPAL domestik.
Selanjutnya, penerapan teknologi Wetland dan nano bubble generator di kolam air mancur Masjid Istiqlal untuk meningkatkan kualitas air kolam tersebut.
“Dan pembangunan Kanal Plaza dimaksudkan sebagai ruang rekreasi lingkungan Masjid Istiqlal dan sebagai display atau bioindikator dari air hasil pengolahan IPAL domestik, serta berfungsi untuk meningkatan kualitas ruang terbuka di kawasan Masjid Istiqlal,” pungkasnya.
Penulis: Mohammad Abriyanto
Editor: Pahala Simanjuntak




























