Industri Penerbangan Melonjak, Jokowi Sidak Bandara Soetta

Cengkareng, PONTAS.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan mendadak untuk melihat kemajuan pembangunan landasan pacu atau runway ketiga Bandara Soekarno Hatta (Soetta), di Tangerang, Banten, Jumat (21/6/2019). Kunjungan mendadak ini dilakukan Presiden bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke-58.

“Kita lihat ini sudah runway ketiga di Soekarno Hatta ini sudah selesai 86 persen. Kita harapkan akhir bulan ini sudah 100 persen, dan langsung akan dioperasionalkan secepat-cepatnya. Mungkin Juli lah sudah dioperasionalkan,” kata Presiden Jokowi yang didampingi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno,

Jika runway ketiga Bandara Soekarno Hatta itu dioperasikan, menurut Presiden, akan meningkatkan kemampuan 120 pergerakan pesawat setiap jam, naik 50 persen dibanding saat ini yang masih 81 pergerakan.

Dengan demikian, lanjut Presiden, maka permintaan-permintaan dari maskapai dari negara lain yang sudah antri, dari Qatar, Saudi, India, Singapura, Malaysia, China, Jepang, yang semuanya ingin masuk tapi sudah penuh slotnya sekarang bisa diberikan tambahan untuk bisa masuk ke Soekarno-Hatta lagi.

“Kita harapkan tidak seperti yang kemarin-kemarin, mau turun muter dulu setengah jam, sudah nggak ada setelah ini rampung. Insyaallah sudah nggak ada. Artinya, tambahan kapasitas yang besar ini ya langsung ketutup karena ngantrinya sudah lama sekali,” sambung Presiden.

Terminal Empat
Setelah ini, menurut Presiden, pemerintah akan masuk kepada tambahan kapasitas lagi untuk terminal. Ia mengaku sudah dua tahun yang lalu memerintahkan ke Pak Menteri Perhubungan dan Dirut PT Angkasa Pura II untuk menyiapkan lagi perencanaan terminal yang keempat.

“Ini sudah mulai gambar-gambar, desain sudah. Kita harapkan nanti di 2021 terminal yang keempat juga sudah di bangun lagi. Tiga tahun rampung. Sehingga total nantinya kita harapkan di sini bisa menampung 110 juta penumpang dengan plus terminal ke empat,” ucap Presiden Jokowi.

Diakui Presiden Jokowi memang pertumbuhan industri penerbangan sangat cepat, sehingga perlu didukung dengan melakukan percepatan pembangunan runway, pembangunan east cross, taxiway, pembangunan terminal.

“Kita harus kejar penyelesaiannya, kalau tidak kita akan ketinggalan lagi dari negara tetangga. “Ini yang kita nggak mau itu. Infrastruktur harus mendahului dari pertumbuhan yang ada,” ujarnya.

Sementara terkait infrastruktur pendukung menuju terminal di Bandara Soekarno Hatta, menurut Presiden Jokowi, kalau memang sekarang sudah ada kereta bandara. Bisa saja nanti pakai LRT sampai ke bandara, atau kereta cepatnya diteruskan sampai ke Soekarno-Hatta.

“Ini kita ini berburu dengan sebuah kecepatan pertumbuhan,” tegas Presiden.

Penulis: Arnol Simanjuntak
Editor: Hendrik JS

Previous articleKemenpar: Butuh SDM Andal untuk Kelola Potensi Wisata Bahari
Next articleRI-Italia Bidik Kerjasama Sektor Industri