Dari Bogor Aroma “Reshuffle” Kabinet Kerja Menguat

Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi)

Jakarta, PONTAS.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini Kamis (11/1/2018), berkantor di Istana Kepresidenan Bogor. Di Bogor Presiden akan membahas agenda internal dan dilakukan secara tertutup.
“Betul, hari ini Presiden berkantor di Istana Bogor,” ujar Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, pagi tadi.

Beredar di kalangan wartawan, agenda internal yang dimaksud terkait isu soal perombakan kabinet (reshuffle).
Hal ini dadasari surat permohonan pengunduran diri Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa dari jabatannya telah sampai ke meja Presiden Jokowi.

Sebelumnya Presiden berjanji akan memutuskan nasib Khofifah setelah mencermati isi surat itu.
Kabar reshuffle juga berembus terkait Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto yang telah sebulan merangkap jabatan sebagai Ketua Umum Partai Golkar.
Di sisi lain, Presiden beberapa kali menyatakan larangan bagi para menteri Kabinet Kerja rangkap jabatan partai.

Dua Periode
Sementara itu, Hendri Satrio, pengamat politik Universitas Paramadina, mengatakan saat ini merupakan waktu yang tepat bagi Presiden reshuffle.
“Ini momentum bagus bagi Presiden Jokowi melakukan reshuffle,” ujar Hendri, Kamis (11/1/2018).

Menurut dia, reshuffle akan memperkuat soliditas Kabinet Kerja agar dapat memenangkan Jokowi pada Pemilihan Presiden 2019. “Jika reshuffle sekarang, kemungkinan bertujuan membentuk tim sukses menuju Jokowi dua periode,” ujar Hendri.

Dia memprediksi, bukan hanya Airlangga dan Khofifah yang kemungkinan akan diganti, melainkan juga menteri lain yang kinerjanya dianggap tak baik dan bisa menggerus suara Jokowi.

Gerus Elektabilitas
Hendri juga menilai pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang tak mempermasalahkan rangkap jabatan Airlangga Hartarto dapat merusak komitmen Presiden terhadap pemerintahan yang profesional.

Isu ini, menurut Hendri, pasti langsung digunakan lawan politik Jokowi untuk menggerus elektabilitasnya menjelang Pemilihan Presiden 2019.

“Isu ini yang akan terus digunakan lawan politik bahwa pemimpin yang baik adalah pemimpin yang menjaga komitmennya,” ujar Hendri.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Wakil Jusuf Kalla menilai, tak masalah jika Airlangga Hartarto rangkap jabatan.
Menurut Kalla, tugas kepartaian bisa diemban Airlangga meski merangkap sebagai pembantu Presiden Joko Widodo di Kabinet Kerja.

“Waktu saya Wapres dulu, malah ketua partai juga. Tidak bermasalah,” kata Kalla di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Rabu kemarin

Editor: Hendrik JS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here