Hakim Kesal Ratna Serumpaet Lupa Cerita Penganiayaan Dirinya

Tersangka penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet terkait penganiayaan dirinya

Jakarta, PONTAS.ID – Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Joni, merasa kesal dengan keterangan yang disampaikan terdakwa kasus penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet.

Hakim Ketua Joni menilai keterangan yang disampaikan Ratna tidak tegas, dan dianggap seperti orang kebingungan.

“Saudara seperti orang kebingungan, tidak tegas,” kata Joni dalam sidang lanjutan kasus penyebaran berita bohong Ratna Sarumpaet di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (14/5/2019).

Joni mengungkapkan hal tersebut saat Ratna menceritakan kebohongannya perihal dianiaya tiga pria di Bandara Husein Sastranegara, Bandung.

Awalnya, Ratna diminta untuk menceritakan kronologis kebohongannya tersebut. Namun, ia malah menjawab lupa.

“Saya lupa,” ucap Ratna

Kemudian, Joni kembali mempertegas apakah Ratna benar-benar lupa atau sengaja melupakan.

“Benar-benar lupa atau dilupa-lupakan? Karena saya nilai saudara menghindar dari cerita ini, saudara sampaikan sepenggal-sepenggal,” jelas Joni.

Joni pun meminta Ratna untuk membaca Berita Acara Pemeriksaan (BAP) bila memang lupa.

Untuk diketahui, Ratna didakwa menyebarkan berita bohong atau hoaks. Jaksa menilai cerita bohong yang dirangkai Ratna seolah-olah benar terjadi penganiayaan oleh orang tidak dikenal.

Akibat perbuatannya, Ratna didakwa melanggar Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Penulis: Hartono

Editor: Idul HM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here