Pemerintah Lanjutkan Proyek Pembangunan Jalan Pansela Sepanjang 109 Km

Kementerian PUPR lanjutkan pembangunan konektivitas Pantai Selatan (Pansela) Pulau Jawa mulai dari Banten hingga Jawa Timur yang memiliki panjang total 1.405 Km

Jakarta, PONTAS.ID – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kembali melanjutkan pembangunan konektivitas Pantai Selatan (Pansela) Pulau Jawa mulai dari Banten hingga Jawa Timur yang memiliki panjang total 1.405 Km.

Khusus di wilayah Jawa Tengah panjang jalan Pansela yakni sepanjang 212 Km dan Yogyakarta sepanjang 116 km, dengan total keduanya sepanjang 328 Km, masih tersisa 109 Km yang belum dikerjakan. Pembangunan ruas jalan ini langsung ditangani Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VII Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian PUPR.

“Pada tahun 2019, jalan Pansela di Jawa Tengah dan Yogyakarta yang ditangani sepanjang 28 Km. Dan 81 Mm berikutnya akan tuntas seluruhnya pada 2021,” kata Menteri Basuki melalui keterangan tertulisnya, Senin (8/4/2019) usai meninjau jalan Pansela di Kebumen, pekan lalu.

Menteri Basuki menyatakan, pada tahun 2019 terdapat dua ruas jalan di Jawa Tengah dan tiga ruas di Yogyakarta yang telah ditandatangani kontrak pekerjaannya. Dua ruas Jalan Pansela di Jawa Tengah tersebut yakni ruas Tambakrejo- Bantarsari sepanjang 6,50 km dan Jladri – Karangbolong -Tambakmulyo 4,50 km.

Jalur Alternatif Pantura
Sebagaimana diketahui, Menteri Basuki dalam setiap kesempatan selalu mempromosikan Jalur Pansela Jawa untuk bisa menjadi alternatif dari jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa yang sudah padat lalulintasnya, karena sepanjang jalan terdapat banyak destinasi wisatanya.

Pengguna jalan akan disuguhi pemandangan hamparan sawah, pegunungan dan pantai sekaligus menjadi spot foto yang bagus.

Menteri Basuki mengatakan, penanganan jalan Pansela Jawa terus dilakukan guna meningkatkan kecepatan, keamanan dan kenyamanan bagi para pengguna jalan. “Kondisi yang sudah mantap akan terus dipertahankan dan ditingkatkan,” kata dia.

Akses Wisata Borobudur
Selain jalan Pansela Jawa, pada Jumat pekan lalu, Menteri Basuki juga melakukan peninjauan terhadap rencana pengembangan jalur alternatif akses wisata dari Borobudur ke New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulon Progo.

Ruas yang ditinjau dari Sentolo ke Nanggulan lalu ke Tegalsari – Siluwok, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. Sepanjang jalan tersebut tercatat memiliki banyak titik tempat wisata menuju Candi Borobudur yang merupakan salah satu dari 4 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yang diprioritaskan pengembangannya melalui infrastruktur yang baik.

“Untuk itu akan kita tingkatkan dengan pelabaran dan perbaikan geometri jalan karena pada beberapa spot, saat ini masih terlalu curam sehingga masih sulit dilalui bis. Selain itu kita akan buat shortcut agar lebih aman dan nyaman. Saya minta untuk dibuatkan desainnya tahun ini hingga selesai, lalu tahun depan kita akan mulai (fisiknya),” ujar Menteri Basuki.

Turut hadir mendampingi Menteri Basuki, Direktur Jenderal Bina Marga Sugiyartanto, Kepala BBPJN VII Akhmad Cahyadi, dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja.

Penulis: Pahala Simanjuntak
Editor: Hendrik JS

Previous articleHarga Bawang Naik, Kementan Gelar Operasi Pasar
Next articleGencarkan Program KB, Pemkab Labuhanbatu Gandeng 3 Lembaga