Hasil Raker 2019, Kemendag Kuatkan Sinergi Genjot Ekspor Nonmigas

Jakarta, PONTAS.ID – Melanjutkan capaian dalam program revitalisasi pasar rakyat yang mendapat apresiasi Presiden Joko Widodo, Kementerian Perdagangan menguatkan komitmen bersinergi antar-kementerian dan lembaga untuk menggenjot ekspor nonmigas sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi.

Demikian salah satu hasil Rapat Kerja (Raker) Kemendag 2019 yang ditutup pada hari ini, Rabu (13/3/2019), di Jakarta. Sinergi tersebut diawali dengan hadirnya sejumlah menteri dan pejabat setingkat menteri dalam rapat kerja yang digelar dua hari di Jakarta.

Dalam kesempatan itu, Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita mengatakan bahwa peningkatan ekspor nonmigas adalah pekerjaan besar. Karena itu, sinergi semua kementerian dan lembaga yang berkaitan dengan ekonomi dan hubungan luar negeri mutlak diperlukan.

“Misalnya, saya sangat mengapresiasi kinerja Kementerian Luar Negeri yang banyak membantu membuka jalan diplomasi saat kita menyelesaikan perjanjian dagang, penyelesaian sengketa dagang, dan pembukaan pasar-pasar baru,” kata Enggar.

Menurut dia, sinergi meningkatkan ekspor direalisasikan melalui diplomasi ekonomi, penetrasi ekspor ke pasar-pasar nontradisional, perjanjian perdagangan internasional, dan promosi produk-produk strategis Indonesia ke mancanegara.

Enggar melanjutkan, strategi tersebut dijalankan dengan tetap menjaga harmonisasi kerja sama negara-negara yang terlibat dalam aktivitas ekspor-impor Indonesia.

“Kita juga harus melakukan pengkajian ulang regulasi ekspor dan impor secara reguler sehingga perdagangan luar negeri kita berjalan stabil,” ujarnya.

Tak kalah penting, Enggar menggarisbawahi pernyataan Menko Perekonomian Darmin Nasution, upaya peningkatan ekspor juga harus memberikan efek positif pada perdagangan dalam negeri. Ketika terjadi peningkatan nilai tukar, agar dapat segera melakukan ekspor produk unggulan sehingga sektor industri nasional dapat terdorong.

Apresiasi Revitalisasi Pasar Rakyat

Sebelumnya pada pembukaan raker yang sekaligus menjadi acara Peresmian Pasar dan Pemberian Pasar Rakyat Award, Selasa (12/3/2019) di ICE BSD, Tangerang, Banten, Presiden Jokowi mengapresiasi Kemendag yang telah bekerja sama dengan pemerintah daerah membangun dan merevitalisasi sekitar 4.211 pasar rakyat pada periode 2015-2018.

Presiden menekankan bahwa pembangunan dan revitalisasi pasar rakyat ini menunjukkan besarnya perhatian pemerintah secara sungguh-sungguh terhadap pasar rakyat sebab pasar rakyat adalah urat nadi dan ujung tombak perekonomian Indonesia.

“Presiden mengingatkan pentingnya mempersiapkan pelaku pasar rakyat dalam menghadapi era digital. Untuk itu, presiden meminta Kemendag mempersiapkan ekosistem daring bagi pasar-pasar rakyat sehingga memiliki laman pemasaran dan platform pemasaran digital,” ucap Enggar.

Selain daring, presiden juga menginstruksikan untuk segera memperbaiki ekosistem luring bagi produk-produk dalam negeri yang dihasilkan perajin, petani, maupun nelayan, mulai dari perbaikan kemasan, pelabelan, hingga branding. Ketiga hal tersebut, menurut Presiden, adalah yang menjadi kelemahan UMKM di Indonesia.

Jika pasar rakyat sudah terhubung dengan ekosistem digital, kekuatannya akan sangat besar. Selain itu, masuknya pasar rakyat ke ekosistem daring, pemerintah dapat memantau stok dan harga komoditas di setiap pasar secara nasional. Data tersebut juga dapat diintegrasikan dengan data produksi.

“Pada era Revolusi Industri 4.0 ini, kecepatan adalah kunci kesuksesan, baik itu kecepatan kerja maupun kecepatan pelayanan. Siap tidak siap, Revolusi Industri itu akan datang ke kita,” tukas Enggar.

Editor: Risman Septian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here