Mendag Berikan Izin Untuk 25 Perusaahaan Importir Garam

Menteri Perdagangan Ri Enggartiasto Lukita.

Jakarat, PONTAS.ID – Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Oke Nurwan mengatakan pihaknya telah menerbitkan Surat Persetujuan Impor (SPI) garam industri sebesar 676 ribu ton untuk 25 perusahaan.

SPI tersebut dikeluarkan setelah terjadi perpindahan kewenangan rekomendasi garam industri secara resmi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ke Kementerian Perindustrian (Kemenperin), pada Jumat (16/3) lalu.

“Intinya, dari rapat koordinasi terbatas kemarin disetujui impor garam industri 1,33 juta ton. Sekarang sudah keluar persetujuannya 676 ribu ton,” ujar Oke kepada awak media melalu pesan tertulis dari humas mendag, Senin (19/3/2018).

Untuk sisanya akan kembali dikeluarkan secara bertahap hingga akhir tahun ini, ujar Oke. Terkait negara asal impor, Oke mengatakan hal itu menjadi keputusan para importir.

Kementerian Perdagangan telah memberikan persetujuan izin impor garam industri sebesar 2,37 juta ton. Izin persetujuan impor garam industri akan berlaku selama satu tahun, bagian dari kuota impor garam industri sebanyak 3,7 juta ton di 2018.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan menyatakan izin dikeluarkan berdasarkan pengajuan industri. “Izin diberikan kepada 21 perusahaan.

Kemendag sedianya telah mengeluarkan izin impor garam sebesar 2,37 juta ton pada akhir Januari lalu. Namun, seluruh garam tersebut hanya ditujukan untuk industri chlor alkali plant (CAP) yang mengolah garam untuk memenuhi permintaan industri kertas dan petrokimia.

Merujuk data Kemenperin, kebutuhan garam industri nasional tahun 2018 sekitar 3,7 juta ton. Bahan baku ini akan disalurkan kepada industri Chlor Alkali Plant (CAP), untuk memenuhi permintaan industri kertas dan petrokimia sebesar 2.488.500 ton.

Selain itu, bahan baku garam juga didistribusikan kepada industri farmasi dan kosmetik sebesar 6.846 ton serta industri aneka pangan 535.000 ton. Sisanya, kebutuhan bahan baku garam sebanyak 740.000 ton untuk sejumlah industri, seperti industri pengasinan ikan, industri penyamakan kulit, industri pakan ternak, industri tekstil dan resin, industri pengeboran minyak, serta industri sabun dan detergen.

Maka dari itu, pada rakortas yang dihelat di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang dihadiri Kemendag, Kemenperin dan KKP, pada Jumat lalu, ditetapkan tambahan izin impor garam industri sebanyak 1,33 juta ton untuk melengkapi izin yang telah dikeluarkan sebelumnya.

Editor : Idul HM

Previous articleJumlah Ormas Banyak, Mendagri: Harus Diawasi
Next articleGerindra Saring 15 Kandidat Cawapres Prabowo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here