Mendag Fokus Selesaikan Perjanjian IJEPA

Ist.

Jakarta, PONTAS.ID – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, dalam pertemuan dengan Ministry of Economy, Trade, and Industry (METI) Jepang Hiroshige Seko menekankan agar pihak Jepang fokus kepada isu Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) yang sudah dibicarakan sebelumnya. Dirinya berharap kesepakatan tersebut menjadi hadiah ulang tahun ke-60 hubungan Indonesia-Jepang.

“Tetapi untuk dapat merealisasikan itu jangan seperti pohon natal yang selalu bertambah. Belum selesai satu isu nambah lagi yang lain. Sebaiknya kita fokus dengan apa yang sudah kita bicarakan,” ujar Enggar seperti dilansir dari mediaindonesia.com, Minggu (1/6/2018).

Dirinya menjelaskan dalam pembahasan perjanjian tersebut masih terdapat banyak isu isu mengenai produk yang memang harus diselesaikan seperti produk yang masuk kategori R (Renegotiate) dan Q (Quota).

Isu lainnya yang juga mendesak untuk dibahas terkait dengan sektor perikanan berhubungan dengan investasi dari pengusaha Jepang yang membutuhkan kepastian.

“Misalnya terkait ikan, saya sampaikan bahwa saya atas nama investor Jepang yang mau masuk (Investasi ke Indonesia) kalau tidak ada kepastian maka ini akan mengalami kesulitan,” jelas Enggar.

Untuk memperlancar proses negosiasi terkait dengan IJEPA, Enggar mengungkapkan telah menindaklanjuti dan melakukan pendekatan – pendekatan untuk menuntaskan perjanjian tersebut.

Sedangkan terkait dengan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) dimana Jepang sebagai negara mitra dari ASEAN, Enggar meminta Jepang dapat lebih kooperatif. Terlebih semua pemimpin dari berbagai negara yang terlibat sepakat secara substansial tahun ini RCEP harus diselesaikan.

Enggar menyebutkan terdapat sejumlah isu sensitif terkait dengan RCEP seperti e-commerce. Jika memang pihak Jepang menganggap isu tersebut sebagai isu sensitif di RCEP, Indonesia mengusulkan agar isu tersebut dimasukkan saja dalam IJEPA.

“Itu sebagai salah satu solusinya, itu salah satu yang akan segera ditindaklanjuti oleh tim negosiasi,” tutur Enggar.

Editor: Idul HM

Previous articleMahathir Tak Bisa Lupakan Indonesia, Ini Sebabnya
Next articleHUT Polri Ke-72, Menteri Basuki: Dirgahayu Bhayangkara!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here