Jakarta, PONTAS.ID – Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin membela Agum Gumelar yang diserang oleh Badan Nasional Pemenangan (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno dengan beredarnya video pernyataan Agung Gumelar mengenai sidang etik terhadap Prabowo Subianto.
“Itu hak Pak Agum berstatement seperti itu. Beliau kan tahu sejarah, mengalami masa-masa itu. Barangkali Pak Agum ingin memberikan kesaksian bagi masyarakat Indonesia bahwa proses sejarah seperti ini dan menjadi rujukan supaya tidak menjadi semacam ada pembelokan sejarah. Mungkin saja. Saya berhusnuzan beliau menyampaikan fakta sejarah,” ujar anggota TKN Jokowi, Achmad Baidowi kepada wartawan di gedung DPR, Kamis (12/3/2019).
Pria yang akrab disapa Awiek ini menyindir BPN Prabowo yang menyatakan apa yang disampaikan Agum merupakan pembusukan. Meski begitu, Awiek menyatakan beredarnya video itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan TKN Jokowi.
“Ya kalau semua dimaknai pembusukan ya repot. Namanya video kan beredar kita nggak tahu siapa yang mengedarkan. Video itu kan bukan kali ini saja dan video lama ya. Bukan video hari ini,” ujar Awiek.
“Saya kira TKN sendiri tidak ada kaitannya dengan video itu. Tidak tahu menahu soal video itu dan tidak ada niatan menyebarkan yang katanya dianggap menyudutkan. Biar publik yang menilai, toh sejarah perjalanan bangsa ini termasuk karier Pak Prabowo publik sudah tahu. Sudah jadi rahasia umum,” sambung politikus PPP ini.
Sebelumnya diberitakan, Koordinator Jubir BPN Prabowo Dahnil Anzar menyatakan apa yang disampaikan Agum Gumelar itu merupakan bentuk pembusukan. Dahnil kemudian mempertanyakan sikap Agum yang selama ini diam terkait kasus tersebut.
“Itu kan pernyataan pak Agum yang selalu keluar lima tahunan, setiap mau Pilpres. Terus selama ini pak Agum ngapain aja? Kalau memang ada masalah dan segala macam,” ujar Dahnil.
“Kan dia pendukung Jokowi. Harusnya dia minta Jokowi untuk menyelesaikan kalau itu ada masalah, segala macam. Sebagai orang dekat pak Jokowi, harusnya dia bisa menyelesaikan masalah itu. Kalau ada masalah ya. Kalau dia mau menuding pak SBY, pak Prabowo segala macam,” sambungnya.
Redaksi sudah mencoba meminta tanggapan Agum mengenai kesaksiannya dalam video yang beredar tersebut, namun belum mendapatkan tangggapan.
Editor: Luki Herdian




























