Jakarta, PONTAS.ID – PT Adhi Karya Tbk (ADHI) akan mengerjakan sejumlah proyek baru di tahun ini yang merupakan bagian dari target kontrak baru 2019 senilai 35 triliun rupiah. Salah satunya adalah pengerjaan proyek pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) di Marunda, Jakarta Utara (Jakut).
Direktur Utama (Dirut) Adhi Karya, Budi Harto mengatakan bahwa diharapkan proyek tersebut bisa dimulai di kuartal II 2019. Hingga saat ini, pihak Adhi Karya katanya masih menunggu sikap dari Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan untuk memulai konstruksi.
“(Untuk) PLTSa sampah kami harapkan di semester I ini sudah ada putusan dari gubernur (DKI Jakarta). Sehingga di semester II kami mulai kontruksi,” kata Budi kepada wartawan di Jakarta, Jumat (15/2/2019).
Budi menambahkan, bahwa PLTSa itu bisa menghasilkan listrik 50 Mega Watt (MW). Adhi Karya akan menggandeng perusahaan lokal lainnya dan perusahaan asing dalam menggarap proyek tersebut.
“Jadi dari Indonesia ada dua pemain. Kami akan bekerja sama dengan perusahaan Jerman (untuk menggarap proyek pembangunan PLTSa Marunda),” ujarnya.
Budi menuturkan, antinya, produksi listrik dari PLTSa itu akan dijual ke PLN.
“Jadi ini kan (pembangkit listrik tenaga) sampah relatif teknologi baru, jadi kami tidak hanya membeli teknologinya, tapi juga bersama-sama dia (investor Jerman) berinvestasi di sini,” tutur dia.
Sebelumnya, Budi telah mengungkapkan bahwa sejumlah proyek baru di tahun ini yang merupakan bagian dari target kontrak baru 2019 senilai 35 triliun rupiah lainnya yakni pengerjaan proyek penunjukan untuk mengembangkan jalur kereta layang alias loopline untuk lintasan kereta rel listrik komuter (KRL Commuter Line) yang pembangunannya akan dimulai di tahun ini.
Dia mengatakan pembangunan rel KRL dengan Skema elevated ini akan meningkatkan efektivitas lalu lintas kereta dan mencegah adanya gangguan lintasan sebidang yang seringkali terjadi.
“Dapat keputusan untuk loopline KRL akan kita kembangkan jadi elevated sehingga efektivitasnya meningkat jadi tidak ada gangguan lintasan sebidang dan jalan tidak terganggu,” kata Budi di Jakarta, Senin (11/2/2019).
Tahun ini juga perusahaan akan memulai proyek pemurnian air untuk pemenuhan jumlah air minum untuk wilayah Tangerang dan Jakarta Barat. Proyek ini juga diperoleh perusahaan dari penunjukan langsung oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Kemudian, rencananya di tahun ini Adhi Karya juga bakal mengembangkan tol elevated khusus untuk Jalan tol lingkar luar Jakarta (Jakarta outer ring road/JORR). Namun sayangnya Budi tak menjelaskan lebih lanjut berapa panjang jalan ini nantinya yang akan dibangun.
“Kami juga memiliki rencana untuk mengambil saham di enam ruas tol Jakarta bersama Pembangunan Jaya Grup,” tambah dia.
Untuk proyek-proyek tersebut, termasuk penyelesaian lintasan light rail transit (LRT), perusahaan telah menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) senilai 4 triliun rupiah.
Editor: Risman Septian




























