PPP Minta Wagub DKI Segera Dipilih, Nasdem Ingatkan SILPA

Jakarta, PONTAS.ID – DKI Jakarta pada saat ini dinilai sangat genting untuk memiliki sosok seorang wakil gibernur (wagub). Oleh karena itu, pemilihan figur pengganti Sandiaga Salahuddin Uno yang telah mundur guna menjadi calon wakil presiden (cawapres), perlu dilakukan segera.

Demikian disampaikan oleh Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD DKI, Usman Hilmi. Dia pun berpendapat, bahwa jika pemilihan wagub DKI bisa segera diwujudkan, maka percepatan pembangunan di ibu kota pasti juga dapat direalisasikan.

“Ada satu keinginan yang sama bagi kita semua bahwa keinginan untuk membangun Jakarta yang lebih baik, itu harus segera kita wujudkan. Kita juga sepakat mendorong agar wagub di DKI segera bisa ditentukan,” kata Usman di Jakarta, Selasa (29/1/2019).

Sementara itu Ketua Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) DPRD DKI, Bestari Barus menuturkan harapannya terhadap wagub DKI yang baru nantinya, bisa meminimalisir jumlah Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI setiap tahunnya.

Dia mengingatkan, bahwa pada tahun 2018 lalu SILPA yang dihasilkan DKI Jakarta sebesar 12 triliun rupiah. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan tahun lalu 2017 yang menyentuh angka 13 triliun rupiah. Tapi harapan Bestari untuk kedepan tidak sebesar keduanya.

“Kita menginginkan Silpa itu rendah jangan tinggi-tinggi. Silpa yang rendah itu menandakan kinerja baik karena kepala daerah itu dinilai berhasil terutama dari Silpanya,” ujar Bestari di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (29/1/2019).

Bukan hanya itu saja, Nasdem juga ingin wakil gubernur DKI Jakarta baru nantinya mampu memperhatikan kebutuhan masyarakat kecil, mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD), Posyandu dan Pos Lansia. Di mana ketiganya sampai saat ini dianggap belum maksimal dengan baik.

“Masa sih pos lansia tidak punya yang namanya alat tensi sementara Silpanya 14 triliun, kan lucu tuh. Iconic tidak hanya bangunan yang besar namun dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat banyak,“ tutur Bestari.

Untuk diketahui, pemilihan cawagub DKI sudah menjalani salah satu tahap fit and proper test (uji kepatutan dan kelayakan) pada Minggu (27/1/2019). Tahap pertama fit and proper test yakni pemamaham tentang RPJMD, isu perkotaan Jakarta dan solusi dari berbagai macam masalah di Jakarta.

Ketiga calon wakil gubernur DKI Jakarta itu adalah Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi, Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Wilayah PKS DKI Jakarta Agung Yulianto, dan mantan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu.

Editor: Risman Septian

Previous articleBinaan Koperasi, Wabup Tangerang Panen Cabai di Kronjo
Next articleAnang Hermansyah Desak 9 Komisioner LMKN Kerja Cepat