Bertemu Civitas Akademika, MPR Dukung IAIN Palopo Menjadi UIN

Lestari Moerdijat
Lestari Moerdijat

Palopo, PONTAS.ID – Kehadiran Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat di Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, 25 Oktober 2021, disambut antusias oleh civitas akademika di sana. Bukti dari antusiasnya civitas akademika di kampus di bawah Kementerian Agama itu terlihat dari penuhnya auditorium yang ada.

 

Kehadiran politisi dari Partai Nasdem di IAIN Palopo itu untuk memberikan Sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Hadir dalam sosialisasi itu Walikota Palopo H. Muhammad Judas Amir, Rektor IAIN Palopo Prof. Dr. Abdul Pirol M.Ag., serta para guru besar.

 

Dalam sambutan, Abdul Pirol mengucapkan selamat datang kepada Lestari Moerdijat. “Dalam rangka Sosialisasi Empat Pilar MPR”, ujarnya. Kehadiran perempuan yang akrab dipanggil Kakak Riri itu diharap memberi nilai tambah dan nilai historis kepada IAIN Palopo. “Serta memberi motivasi kepada kami”, ucapnya.

Disampaikan oleh Abdul Pirol, IAIN yang dipimpinnya berdiris sejak tahun 1968. Kampus ini dulunya merupakan cabang dari IAIN Alauddin, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Setelah berpisah dengan Alauddin, status perguruan tinggi ini menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN). “Dari STAIN selanjunya menjadi IAIN”, paparnya. “Dan kami ingin IAIN ini menjadi Universitas Islam Negeri (UIN)”, harapnya dengan antusias.

Keinginan berubah menjadi UIN sebab menurut Abdul Pirol untuk kampus ini menyediakan bangku kuliah kepada 18,000 lulusan SMA, MAN, dan yang sederajad. “Serta mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul”, tetgasnya.

Apa yang dicitacitakan Abdul Pirol didukung oleh Lestari Moerdijat. Dalam sambutan ia mengatakan, “cita-cita menjadi UIN mudah-mudahan segera terealisasi”. Lebih lanjut dikatakan dirinya merasa luar biasa bisa berdiri di hadapan civitas akademika IAIN Palopo.

Dikatakan Palopo mempunyai arti penting bagi republik ini sebab dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, pejuang-pejuang dari Palopo dan Luwu gigih mengangkat senjata. “Perjuangan rakyat di daerah ini menjadi catatan tinta emas”, tuturnya.

Sebagai wilayah yang dulu berdiri Kedatuan Luwu, kedatuan yang ada bersama dengan kerajaan dan kesultanan yang lain bersepakat mendukung berdirinya NKRI. Datu yang ada ikut menyatakan bergabung dengan Indonesia. “Jadi Palopo dan Luwu memberi kontribusi bagi berdirinya NKRI”, paparnya.

Dalam sosialisasinya, Lestari Moerdijat mengatakan bangsa Indonesia saat ini menghadapi krisis multidimensi dan tantangan dari dalam dan luar. Saat ini disebut dunia tengah mengalami lompatan teknologi yang begitu cepat. Penemuan teknologi silih berganti. Dikatakan dulu orang hanya berkomunikasi dengan telepon rumah, saat ini handphone yang dipegang oleh setiap orang memiliki teknologi yang sangat luar biasa.

Kemajuan teknologi yang ada patut disyukuri namun dengan adanya media sosial, salah satu buah dari kemajuan teknologi, membawa dampak tersendiri. Media sosial awalnya digunakan sebatas untuk memperlancar dan mempercepat komunikasi namun saat berubah menjadi alat penyebar hoax atau berita bohong. Akibat yang demikian banyak kegaduhan yang terjadi. “Saat teknologi komunikasi masih sederhana, hal demikian tidak ada”, paparnya.

Lestari Moerdijat merasa bersyukur bangsa ini memiliki Pancasila. Disebut dasar negara ini merupakan benteng untuk menjadi tameng dalam menghadapi berbagai macam krisis. Nilai-nilai yang ada disebut sudah hidup di tengah bangsa Indonesia sejak dulu kala. “Dalam sosialisasi inilah kita ingatkan kembali Empat Pilar”, tuturnya. Nilai-nilai yang ada diyakini sebagai pegangan untuk melewati berbagai masalah yang ada.

Menurutnya Sosialisasi Empat Pilar tidak boleh berhenti namun kegiatan hal yang demikian terasa berat tanpa didukung oleh seluruh elemen masyarakat. “Mahasiswa juga perlu menyampaikan Empat Pilar kepada mahasiswa dan masyarakat lainnya”, tegasnya. “Mahasiswa merupakan garda terdepan untuk menyampaikan Empat Pilar kepada kawan-kawannya”, tambahnya.    

Penulis: Luki Herdian

Editor: Pahala Simanjuntak

Previous articleKebijakan Tes PCR  Bagi Penumpang Pesawat Tidak Diperlukan
Next articleBerantas Pinjol Ilegal, Pakar Hukum Pidana Apresiasi Polri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here