Buku BOS Molor, Dinas Pendidikan Pemkab Malang Salahkan Sekolah

Malang, PONTAS.ID – Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan TK/SD Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Slamet Suyono mengatakan bahwa pihaknya telah memberikan imbauan dan panduan dalam penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dalam pengadaan buku sekolah agar sesuai ketentuan yang berlaku.

Hal ini disampaikan Slamet menanggapi pemberitaan sebelumnya terkait molornya pengiriman buku yang dibeli oleh sekolah menggunakan anggaran Dana BOS untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) semester I 2018 lalu.

“Jadi ini sifatnya hanya imbauan, tidak ada intervensi dari Dinas Pendidikan untuk mengarahkan pembelanjaan 20 persen buku kepada pihak tertentu,” kata Slamet di ruang kerjanya, Rabu (16/1/2019).

Ditanya terkait dugaan adanya pengaturan pemilihan penyedia buku kepada salah satu perusahaan, Slamet membantah dan menegaskan bahwa soal pengelolaan dana BOS dan penggunanannya murni tanggung jawab pihak sekolah.

“Apabila ada potensi masalah terkait adanya dugaan pengkondisian, itu tanggung jawab kepala sekolah, karena dana BOS masuk ke rekening sekolah. Jadi sekolah tersebut yang harus mempertanggungjawabkan segala sesuatu dari pembelanjaan dan penggunaan dana tersebut,” tegas Slamet.

Terkait pernyataan Koordinator Wilayah (Korwil) Dinas Pendidikan Pemkab Malang, Kec. Sumbermanjing Wetan, Nanang Kuswanto, bahwa ada nama yang ditunjuk Dinas Pendidikan Pemkab Malang, untuk mengadakan buku tersebut berinisial ‘T’ dari perusahaan ‘Mdt’ juga dibantah Slamet, “Silahkan tanya ke yang bersangkutan saja,” katanya.

Untuk itu, Slamet kembali mengimbau pada kepala sekolah, agar dalam pemesanan BOS buku selalu mencantumkan tanggal pengiriman dan dibuat perjanjian.

“Apabila tidak dipenuhi bukunya, alias telat bukunya, maka kepala sekolah berhak menolak karena pastinya akan mengganggu program belajar mengajar di sekolah,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, akibat molornya pengiriman buku itu, proses belajar mengajar anak didik di tingkat SD menjadi terganggu.

Demikian halnya dengan pembelian pigura menggunakan dana BOS dikatakan Slamet tidak ada dalam RKAS (Rencana Anggaran Kerja Sekolah) termasuk pembelanjaan buku-buku yang tidak masuk dalam skala prioritas.

Penulis: Bagus Yudistira
Editor: Pahala Simanjuntak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here