Kepada Menko Luhut Gubernur Riau Ungkap Keberhasilan Produksi Padi di Siak

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman (Menkomar), Luhut Binsar Pandjaitan.

Jakarta, PONTAS.ID -‎ Bupati dan Gubernur Riau terpilih, Syamsuar, menyampaikan meningkatnya produksi padi di Siak tidak luput dari peran pemerintah pusat.

“‎Suksesnya peningkatan produksi padi di Kecamatan Bungaraya khususnya, dan Kabupaten Siak umumnya tidak terlepas dari upaya pembinaan dan bantuan yang telah diberikan oleh pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) kepada petani,” kata Syamsuar dalam keterangan tertulis yang diterima pada Kamis (17/1).

Pertanian merupakan sektor unggulan di Kabupaten Siak, Riau. Kabupaten ini mempunyai luasan sawah sekitar 8.214 hektare dengan produktivitas 34.960 ton per tahun. ‎Adapun luas tanam padi dan produktivitas di Kecamatan Bungaraya‎ terus meningkat.

‎Adapun Syamsuar menyampaikan keterangan tersebut saat Menteri Koordinator Kemaritiman Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Siak, Rabu (16/1).

Beberapa agenda kunjungan kerja Menko Kemaritiman ini antara lain peresmian pompanisasi pengairan sawah, penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat, serta panen raya raya padi.

Menko Kemaritiman sangat mengapresiasi keberhasilan Bupati Siak menjadikan Kabupaten Siak semakin maju melalui pertanian. Hal ini diungkapkannya usai panen raya padi dengan menggunakan combine harvester bantuan Kementan di Kampung Bungaraya.

Luhut juga menyampaikan dalam kunjungan ini ia baru mengetahui, bahwa pompanisasi pengairan persawahan di Bungaran akan meningkatkan hasil produksi menjadi 3 kali lipat. Dengan provitas padi saat ini di Bungaraya rata-rata mencapai 7,7 ton per hektare, tentunya petani akan semakin sejahtera.

“Itulah yang sangat diharapkan oleh pemerintah, petani bisa sejahtera melaui program-program yang telah di laksanakan,” ujar Luhut.

Bantuan alat mesin pertanian yang telah diterima Kabupaten Siak dari Kementan di antaranya wheel traktor 46 unit, hand traktor 2 rotari 10 unit, hand traktor singkal 277 unit, pompa air 389 unit, alat tanam padi 92 unit, cultivator 88 unit, alat panen 10 unit, power threser 24 unit, dan handsprayer 88 unit.

Editor: Idul HM

Previous articleHadir di ASEAN Tourism Forum 2019, Menpar Kejar Target 20 Juta Wisman
Next articleBuku BOS Molor, Dinas Pendidikan Pemkab Malang Salahkan Sekolah