Kembangkan Indonesia Airport App, AP-II Genjot Layanan Digital

Stasiun Kereta Layang (Sky Train) bandara Soekarno Hatta Tangerang

Jakarta, PONTAS.ID – Memasuki awal tahun 2019, PT Angkasa Pura II (Persero) telah meningkatkan pelayanan kepada para pengguna jasa melalui pengembangan digital mobile yaitu aplikasi Indonesia Airport App. Layanan ini merupakan aplikasi yang akan membantu penumpang untuk mendapatkan informasi dengan mudah terkait dengan fasilitas-fasilitas yg ada di Bandara yang dikelola AP II.

“Mulai dari fasilitas Self-Baggage Drop Check-In dan Mobile Assistant Check-In di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Hadirnya Airport Digital Lounge yang merupakan One-Stop Service pelayanan informasi bagi penumpang,” Presiden Director AP II Muhammad Awaluddin dalam keterangan tertulisnya, Selasa (1/1/2019).

Disamping itu, pembangunan Airport Operation Control Center (AOCC) sebagai pusat kendali sisi operasi bandara juga telah rampung. Hadirnya AOCC kata Awaluddin, semakin mempermudah operator bandara untuk melakukan fungsi kontrol kelancaran operasional terminal, baik sisi darat maupun sisi udara.

Hal ini dikarenakan AOCC merupakan pusat koordinasi seluruh stakeholder bandara seperti maskapai, imigrasi, bea dan cukai, karantina, otoritas bandara, kepolisian, operator kargo, dan sebagainya.

Qick Response
Selanjutnya, untuk semakin melengkapi sisi pengawasan terminal maka dibangun pula Terminal Operation Center (TOC) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma yang mampu memaksimalkan pelayanan seperti quick response, early warning system detection dan operating effectiveness di bandara.

Tidak hanya itu, akses transportasi di dan menuju bandara juga terus dikembangkan seperti beroperasinya Skytrain yang menghubungkan Terminal 1, 2 dan 3 serta adanya Kereta Bandara di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

“Kemudian, beroperasinya Kereta Bandara Minangkabau Ekspress di Bandara Internasional Minangkabau-Padang serta beroperasinya Light Rail Transit (LRT) di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang,” terang dia.

Peningkatan layanan ini kata Awaluddin sejalan dengan visi perusahaan menjadi “The Best Smart Connected Airports in Region” dengan terus berkomitmen memberikan yang terbaik bagi masyarakat, baik dari sisi infrastruktur hingga digital airport experience bagi penumpang.

Tingkatkan Kapasitas
Peningkatan infrastruktur bandara juga terus dilakukan seperti misalnya untuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta yakni Pembangunan East-Cross Taxiway yang rencananya akan dioperasikan pada kuartal pertama 2019.

Revitalisasi Terminal 1 serta Terminal 2 yang akan meningkatkan kapasitas penumpang hingga menjadi 22 juta penumpang pertahunnya.

“Pembangunan Terminal 4 yang diproyeksi mampu menambah kapasitas penumpang Bandara Internasional Soekarno-Hatta hingga 115 juta penumpang pertahunnya. Pembangunan Runway 3 dan juga Pembangunan Cargo Village,” imbuhnya.

AP II juga akan melakukan strategic partnership untuk pengembangan kawasan Bandara Kualamanu yang nanti akan dijadikan HUB bagian barat Indonesia; Pembangunan Business Hub di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, serta perluasan terminal maupun airside dibandara-bandara cabang lainnya yang dikelola oleh AP II.

Menyongsong tahun 2019, PT Angkasa Pura II (Persero) mengusung tema “Go Global” di mana Angkasa Pura II optimis mampu menunjukkan kiprahnya untuk mengelola bandara di negara lain.

“Angkasa Pura II pada tahun 2019 juga rencananya akan mengelola 3 Bandara lainnya melalui Kerja Sama Pemanfaatan Barang Milik Negara yaitu Bandar Udara Raden Inten Lampung, Bandar Udara Fatmawati yang berlokasi di Bengkulu serta Bandar Udara Tanjung Pandang di Kepulauan Bangka Belitung,” pungkasnya.

Penulis: Pahala Simanjuntak
Editor: Hendrik JS

Previous articlePenerimaan Negara Capai Target 100 Persen, Sri Mulyani Ucap Syukur
Next articleSatgas Tinombala Terus Buru Kelompok Bersenjata MIT