Sepanjang Tahun 2018 Tingkat Kejahatan Menurun

Kapolri Jenderal Tito Karnavian (ist)

Jakarta, PONTAS.ID – Kapolri Jenderal Tito Karnavian memaparkan jumlah kejadian kejahatan sepanjang 2018 menurun sebesar 21% dibandingkan tahun 2017. Sementara penyelesaian perkara meningkat 7,3%.

Menurut data yang ia sampaikan, seluruh jenis kejahatan seperti konvensional, kejahatan transnasional, kejahatan terhadap kekayaan negara, dan kejahatan berimplikasi kontigensi, menurun pada 2018.

“Hampir semua kejahatan menurun kecuali kejahatan penganiayaan (konvensional crime) yang mengalami peningkatan,” ujar Tito dalam acara Konferensi Pers Akhir Tahun 2018 Mabes Polri bertempat di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (27/12).

Ia membeberkan, penyelesaian kasus kejahatan konvensional, kejahatan terhadap kekayaan negara, dan kejahatan berimplikasi kontingensi pada 2018 menurun dibandingkan 2017. Sedangkan penyelesaian kejahatan transnasional meningkat 39%.

Untuk kejahatan transnasional, penyelesaian perkara narkoba mengalami peningkatan pada 2018 dibandingkan tahun lalu.

Jumlah kejahatan terkait narkoba pada 2018 meningkat sebesar 5% atau dari 36.428 menjadi 38.316 kasus narkoba. Upaya penyelesaian perkara ini pun mengalami peningkatan 44%, dari 26.641 kasus pada tahun sebelumnya menjadi 38.316 pada 2018.

Sedangkan jumlah tersangka yang ditangkap sebanyak 49.079 orang atau menurun 22% dibandingkan tahun 2017.

“Tapi sekali lagi angka ini karena crime without victim berarti memang narkobanya yang banyak masuk dan banyak diproduksi, kita menjadi marketing area bukan lagi transit point,” kata Tito.

“Tapi (peningkatan itu) bisa berarti operasi kepolisian makin gencar bersama Badan Narkotika Nasional sehingga angkanya meningkat,” terangnya.

Tito menjelaskan, barang bukti narkoba yang paling banyak disita sepanjang 2018 berupa kokain, heroin, dan sabu meningkat signifikan. Perinciannya, kokain meningkat dari 68,47 gram menjadi 3.213,34 gram, heroin (204,37 gram menjadi 1.397,14 gram), dan Sabu (2,69 ton menjadi 4,01 ton).

Untuk barang bukti ganja mengalami penurunan 77% (151 ton menjadi 34 ton) kerana masifnya penegakan hukum di seluruh wilayah dalam beberapa tahun terakhir.

Editor: Idul HM

Previous articleBPN: Pilih Pemimpin Ditentukan Perjungan dan Doa
Next articleZona Integritas, Wali Kota Dukung Kantor Pertanahan Tebingtinggi