Nasdem Nilai PKS dan Gerindra Tidak Dewasa Soal Wagub DKI

Jakarta, PONTAS.ID – Lamanya proses pemilihan nama wakil gubernur (wagub) DKI Jakarta oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) nampaknya mulai membuat geram beberapa pihak, lantaran kursi DKI 2 yang ditinggal Sandiaga Uno tersebut harusnya bisa segera diisi.

Ketua Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) DPRD DKI, Bestari Barus bahkan berpendapat bahwa masih kosongnya kursi wagub DKI saat ini dikarenakan dua partai pengusung, yakni PKS dan Gerindra tidak dewasa dalam mengatur partainya.

Menurut Bestari, seharusnya kedua partai dapat langsung berembuk untuk menjalankan teknis dari fit and proper test atau uji kepatutan dan kelayakan terhadap nama-nama wagub DKI, yang disepakati akan dicalonkan oleh PKS. Terlebih lagi, saat ini PKS dan Gerindra sudah memiliki anggota tim penilai fit and proper test tersebut.

“Kekosongan kursi wagub DKI itu hanya satu penyebabnya, ketidakdewasaan antara dua partai, PKS dan Gerindra di dalam menentukan atau bersepakat siapa pengganti wagub,” kata Bestari kepada wartawan di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Selasa (27/11/2018).

Keterlambatan keberadaan pendamping Gubernur DKI, Anies Baswedan, menurut Bestari dapat memperlambat pelayanan ke masyarakat. Oleh karena itu, dia berharap kedua partai dapat mengerti kebutuhan masyarakat DKI akan sentuhan dari seorang wagub.

“Saya berharap dua partai legawa untuk bersegera mendorong bakal calonnya, dikirim ke gubernur, gubernur kirim ke DPRD untuk rapat paripurna pemilihan, itu saja,” ujarnya.

Pengambilan keputusan di tingkat satuan kerja perangkat daerah (SKPD) pun diakui Bestari telah terjadi perlambatan. Sebab jika ada sosok seorang wagub, maka semua tugas dapat membagi kewenangannya, terlebih jumlah SKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI ada sekitar 700.

“Bayangin saja SKPD-nya ada 700, menangani sendiri, bagaimana? Saya berharap Gerindra dan PKS segeralah, jangan takut sama demokrasi, mereka dulu kan dipilih. Jangan takut, jangan ngotot harus ini harus itu, dipilih lagi saja,” tandas dia.

Editor: Risman Septian

Previous articleLSI Denny JA: Kondisi Ekonomi Pengaruhi Masyarakat dalam Memilih Capres
Next articleKondisi Ekonomi Saat Ini Untungkan Jokowi-Ma’ruf