Partai Gerindra Dinilai Konsisten Perjuangkan Hak Penyandang Disabilitas Bertahun-tahun

Menteri Sosial Syaifullah Yusuf
Menteri Sosial Syaifullah Yusuf

Jakarta, PONTAS.ID – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyampaikan apresiasi serta rasa bangga kepada Partai Gerindra, khususnya Hasyim Djojohadikusumo, yang dinilainya konsisten memperjuangkan pemenuhan hak penyandang disabilitas sejak bertahun-tahun lalu.

Gus Ipul sapaan akrabnya menegaskan, perjuangan Gerindra dan komunitas disabilitas selama ini sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan kelompok rentan sebagai prioritas utama pembangunan nasional.

Ia menjelaskan, kerangka besar Asta Cita Presiden, yang menugaskan negara untuk memastikan kelompok paling rentan memperoleh perlindungan dan afirmasi. Dalam konteks Kemensos, kelompok yang harus “dibela” mencakup fakir miskin, lansia, perempuan korban kekerasan, anak-anak terlantar, hingga penyandang disabilitas.

Gus Ipul melanjutkan, Pemerintah kini bergerak lebih sistematis melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagaimana diamanatkan dalam Inpres 4/2025, sehingga intervensi sosial dapat lebih tepat sasaran. Kemensos juga memulai penerbitan Kartu Registrasi Penyandang Disabilitas yang terintegrasi dengan identitas nasional, dengan lebih dari satu juta kartu telah diterbitkan.

“Ekosistem inklusi tidak bisa dibangun oleh pemerintah saja. Ia menyebut Partai Gerindra sebagai salah satu pilar penting karena turut mengawal lahirnya UU Penyandang Disabilitas tahun 2016 serta berkontribusi besar dalam mendorong penyediaan kesempatan kerja dan aksesibilitas di berbagai sektor,” kata Gus Ipul disela-sela Hari Disabilitas Internasional digelar Partai Gerindra, Senin (8/12/2025).

Ia juga memberikan apresiasi kepada 25 organisasi disabilitas yang hadir, sekaligus memuji aksi solidaritas mereka yang berhasil mengumpulkan donasi hingga Rp200 juta untuk korban bencana di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat.

Previous articleSoal RUU Hak Cipta, Habib Syarief: Pentingnya Perlindungan Identitas Personal di Era Digital
Next articleDiduga Terjatuh Saat Mengerjakan Proyek, Warga Asal Bojonegoro Meninggal Dunia