Jakarta, PONTAS.ID – Ketua Dewan Syariah Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DKI Jakarta, Abdurrahman Suhaimi mengungkapkan bahwa pihaknya akan mengirimkan nama tim penilai fit and proper test wakil gubernur (wagub) DKI pada Senin (19/11/2018) besok.
Nama tim penilai tersebut, katanya akan dikirim pada Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), agar proses pemilihan wagub DKI pengganti Sandiaga Salahuddin Uno segera terealisasi. Dan dari PKS, dua orang yang akan menjadi tim penilai yakni Suhaimi sendiri, dan Ketua DPW PKS DKI, Syakir Purnomo.
“Insya Allah Senin besok kami mengirimkan surat ke Gerindra, menyampaikan nama yang akan duduk di panitia fit and proper test. Mudah-mudahan pekan ini sudah terbentuk,” kata Suhaimi saat dihubungi, Minggu (18/11/2018).
Dia menjelaskan, hingga kini pihaknya belum mendapatkan laporan secara resmi dari Gerindra siapa saja tim penilai dari partai yang diketuai oleh Prabowo Subianto itu. Dia hanya menyebut acara pertemuan antara PKS dan Gerindra yang semula akan berlangsung pada Sabtu (17/11/2018) kemarin, batal digelar.
“Pertemuan tentang panitia belum ada. Hanya mencuat di media, tapi belum kirim surat. Yang kita pegang itu harus surat,” ungkap Suhaimi.
Lebih lanjut dia berpendapat, bahwa sebenarnya pelaksanaan fit and proper test untuk kandidat wagub DKI tidak perlu dilakukan. Sebab, kursi pengganti Sandiaga telah menjadi hak PKS, karena sebelumnya Gerindra telah sepakat untuk menyerahkan jatah kursi DKI 2 itu kepada PKS.
“Sehingga fit and proper test itu tidak perlu dilakukan. Kalau kita memandangnya enggak perlu fit and proper test ini. Kan sudah dikasihkan ke PKS, enggak perlu fit n proper test lagi,” nilai Suhaimi.
Meski demikian, Suhaimi mengakui partainya masih menghormati mekanisme yang ada. Hal itu lantaran Gerindra menyebutkan bahwa fit and proper test merupakan salah satu mekanisme yang harus dilalui sebelum menduduki kursi wagub DKI.
“Tetapi kata Pak Taufik sebagai ketua Gerindra DKI, dia mengatakan itu sudah merupakan mekanisme yang ada. Karena itu ya kita hormati,” ujar dia.
Sebelumnya, Partai Gerindra sepakat menyerahkan kursi Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta kepada PKS. Keputusan itu sesuai dengan arahan yang diberikan oleh Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.
Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta M Taufik mengatakan, ada serangkaian proses yang harus dilalui oleh PKS sebelum kadernya bisa menduduki kursi Wagub DKI mendampingi Anies Rasyid Baswedan. Salah satunya adalah fit and proper test.
Sementara itu, Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Syarif mengatakan, bahwa Partai Gerindra telah menetapkan dua nama untuk menjadi tim penilai fit and proper test. Mereka adalah peneliti Siti Zuhro dan dirinya.
Saat itu Syarif menyebut akan menggelar pertemuan dengan PKS guna membahas tim fit and proper test pada Sabtu (17/11/2018) kemarin. Namun, acara itu batal digelar.
Editor: Risman Septian




























