Siti Nurbaya: Industri Kayu Harus Berjaya Kembali

Industri Kayu, (Ist).

Jakarta, PONTAS.ID – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menyatakan industri kayu Tanah Air harus bisa berjaya kembali dan meningkatkan kontribusi bagi perekonomian nasional. Pasalnya, komoditas kayu masih bisa terus eksis di tengah gejolak ekonomi global yang tidak menentu.

“Ekspor kayu olahan cenderung meningkat dengan produksi kayu bulat yang didominasi dari hutan tanaman. Harapan optimisme muncul terhadap industri kayu dan hutan untuk menjadikannya kembali berjaya dan memberi kontribusi besar dalam struktur ekonomi dan produk domestik bruto (PDB),” kata Menteri Siti saat membuka Raker Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Selasa (13/11/2018).

Menurutnya, dalam dua tahun terakhir tren dunia usaha sektor kayu terus meningkat. Tak hanya itu, sambung Menteri Siti, usaha industri kayu juga potensial menolong penyelesaian konflik tenurial, kemiskinan, dan pemeliharaan hutan sebagai ekosistem alam yang harus selalu dijaga.

Menteri Siti memaparkan data nilai ekpsor kayu olahan 2017 sebesar US$10,94 miliar meningkat dari sebelumnya US$9,26 miliar pada 2016. Per Oktober 2018, tercatat angka ekspor kayu olahan senilai US$10,59 miliar. Sementara itu, produksi kayu bulat dari hutan tanaman industri pada 2017 sebesar 38 juta m3 meningkat dari sebelumnya 32 juta m3 pada 2016.

Negara-negara Asia, Amerika Utara dan Uni Eropa mendominasi tujuan ekspor kayu olahan Indonesia. Proporsinya pada tahun ini meningkat dibandingkan 2017, yakni naik sebesar 18,52 %. Ekspor kayu olahan pada 2018 diproyeksikan akan mencapai US$12 miliar. Beberapa jenis kayu olahan itu meliputi bangunan prefabrikasi, chipwood, serpih, furniture kayu, panel, paper, pulp, veneer, dan woodworking.

“Untuk itulah maka diperlukan konfigurasi bisnis baru dalam industri kehutanan, membangun hutan tanaman dan mengelola hutan alam, mulai dari hulu hingga hilir. Itu termasuk tahapan perencanaan, pengelolaan, implementasi legalitas kayu serta penegakan hukum dan penanganan industri hilir dan ekspor. Di hulu, langkah-langkah untuk peningkatan produktivitas dan diversifikasi produk amat penting diperhatikan,” ujarnya.

Menurut Menteri Siti, secara keseluruhan sumbangan sektor kehutanan dalam PDB nasional didominasi industri kayu yang nilainya mencapai Rp91,6 triliun pada 2017. Hingga akhir Juni 2018, kontribusinya terhadap PDB tercatat sebesar Rp47,2 triliun.

Editor: Idul HM

Previous articleSindir PSI soal Perda Agama, Gerindra: Jangan Berangan-Angan
Next articleKementerian ATR/BPN Lakukan Evaluasi Capaian Kerja 2018