Soal Jatah Menteri Milenial, Kubu Jokowi Kritik Sandiaga

Jakarta, PONTAS.ID – Wakil Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf, Raja Juli Antoni mengritisi janji Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 02, Sandiaga Uno terkait pemberian kursi menteri kepada generasi milenial, apabila dirinya memenangkan Pemilu Presiden (Pilpres) 2019.

Menurut Antoni, janji dari Sandi tersebut hanya strategi untuk menggaet suara milenial. Sebab dia mengingatkan, bahwa penyusunan kabinet merupakan hak prerogatif presiden yang disusun berdasarkan kualifikasi.

“Usaha Sandi itu usaha politik yang terdengar baik, tapi realisasinya belum tentu,” kata Antoni, Senin (12/11/2018).

Karena itu, Antoni pun menyarankan Sandiaga Uno agar tidak mengumbar janji kepada para milenial, bila jauh bertolak belakang.

Justru, dia meyakini, Jokowi yang akan memberikan porsi yang baik untuk milenial, seperti halnya untuk perempuan. Tanpa perlu berjanji yang hanya berujung pada kepentingan politik elektoral.

“Hal itu yang menjadi dasar dimana menurut survei-survei Pak Jokowi lebih tinggi elektabilitasnya di kalangan milenial,” jelas Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu.

Sebelumnya, Cawapres Sandiaga Uno berjanji akan memberikan kursi menteri kepada generasi milenial apabila dirinya dan Prabowo terpilih sebagai presiden dan wakil presiden periode 2019-2024.

Ada dua posisi menteri yang akan diberikan ke generasi milenial apabila dia terpilih, yaitu Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) serta Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti).

“Siapa yang mengerti milenial, ya milenial itu sendiri. Dengan angka sebesar 130 juta, milenial ini menjadi pasar yang begitu kuat. Tapi tergantung kalian (milenial) sendiri, mau jadi pemain atau hanya menjadi pasar?” kata Sandi di Banjarmasin, Sabtu (10/11/2018).

“Saya berjanji untuk memberikan kursi menteri pada milenial. Salah satunya Menpora dan Menristekdikti,” tambahnya.

Lebih jauh, Sandi menjelaskan, pada tahun 2020 Indonesia akan mendapatkan bonus demografi dari generasi milenial.

Menurutnya, dengan bonus demografi seperti itu, Indonesia bisa menjadi kekuatan baru ekonomi dunia pada 2030.

Karena itu, ia berjanji akan memberikan porsi besar dalam pembangunan ekonomi nasional kepada kaum milenial.

“Jadi kami akan fokus pada pembangunan ekonomi untuk  mempersiapkan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi yang baru. Tapi jika salah urus, Indonesia hanya akan jadi pasar yang menguntungkan negara-negara lain,” tuturnya.

Sandi ingin agar ke depan generasi milenial siap menghadapi persaingan. Sehingga ia mengajak generasi milenial untuk menciptakan lapangan pekerjaan.

“Kita harus persiapkan para milenial ini dalam menghadapi persaingan. Ciptakan lapangan kerja, bukan sebaliknya,” tegasnya.

Editor: Luki Herdian

Previous articleRespon Istilah Politik Genderuwo, PSI: Tebar Ketakutan dan Rasialis
Next articlePermudah Distribusi, Kementan Wacanakan Bangun Industri Jagung