Dianggap Berat Sebelah, BPN Prabowo-Sandi Boikot Metro TV

Jakarta, PONTAS.ID – Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Djoko Santoso menyatakan sikap, bila pihaknya telah memutuskan untuk memboikot sementara salah satu media televisi Metro TV.

“Karena berbagai alasan, saya menyatakan Metro TV diboikot untuk sementara waktu, dan untuk tempo yang tidak ditentukan,” kata Djoko Santoso, Rabu (7/11/2018).

Dia mengungkapkan, bahwa pihak BPN Prabowo-Sandi merasa kerap dirugikan oleh media milik Surya Paloh tersebut. Menurutnya, Metro TV tidak berimbang dalam melakukan kegiatan jurnalistik televisi.

Sebab, Metro TV katanya sering memojokkan Prabowo-Sandi dan koalisi parpol pendukung Prabowo-Sandi. Dia juga menilai televisi tersebut kerap menyampur adukkan opini dalam produk jurnalistiknya.

“Soal pemberitaan saya kira sudah jelas berat sebelah. Dialog juga begitu. Kadang-kadang ada diskusi dan debat di televisi yang menampilkan kedua pembicara, tetapi di sisi lain ada running teks yang berkomentar negatif kepada pembicara kita. Ini kan tidak fair,” ungkap mantan Panglima TNI itu.

Karena itu, Djoko menegaskan, sejak Jumat (2/11/2018), sebagai komandan tim kemenangan mengambil tanggung jawab dengan mengambil keputusan agar tim BPN tidak melayani agenda wawancara ataupun diskusi eksklusif di media Metro TV.

“Kecuali agenda resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang berjalan secara jujur adil, kami memutuskan tidak akan melayani agenda media Metro TV,” tegasnya.

Sebelumnya, anggota tim BPN Prabowo-Sandiaga, Ferdinand Hutahaean juga menginformasikan bahwa keputusan boikot tersebut telah dibahas di internal koalisi.

“BPN Prabowo-Sandiaga, hingga batas waktu yang tidak ditentukan, memboikot Metro TV,” kata Ferdinand.

Bahkan Ferdinand mengatakan bahwa Partai Demokrat telah terlebih dahulu memboikot Metro TV.

Editor: Luki Herdian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here