BPN: Prabowo-Sandi akan Fokus Pada Pembangunan Berwawasan Kesehatan

Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo dan Sandiaga Uno, Sumarjati Arjoso

Jakarta, PONTAS.ID – Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo dan Sandiaga Uno, Sumarjati Arjoso mengatakan, dalam debat antar Cawapres yang membahas mengenai pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan dan sosial budaya, Cawapres RI nomor urut 02 akan menitikberatkan pada pembangunan yang berwawasan kesehatan.

Hal ini karena, Prabowo-Sandi menilai kesehatan adalah modal utama dari setiap pembangunan. Sehingga setiap kebijakan yanh diambil untuk mengatasi masalah, yang utama harus diperhitungkan adalah dampak kesehatannya.

“Semua pembangunan itu harus memperhatikan dampak pada kesehatannya. Misalnya hutan terbakar, dampaknya apa. Sungai-sungai banjir dampaknya apa. Semua harus diperhitungkan dampak kesehatan. Karena kesehatan adalah modal utama pembangunan,” kata Sumarjati usai acara Gerindra Mendengar, di Jalan Mulawarman, Kamis (14/3/2019).

Selain itu, Sumarjati juga menambahkan, apabila Prabowo-Sandi terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden, keduanya tidak hanya fokus ke penyakit menular saja. Tetapi mereka juga akan fokus mengatasi penyakit berat yang tidak menular yang saat ini dinilai semakin berkembang.

“Sekarang ini penyakit tidak menular itu semakin berkembang. kanker, stroke, ginjal diabetes dan sebagainya semakin berkembang sehingga membutuhkan memakan biaya yang besar termasuk ikut mendorong defisit bpjs. karena itu harus ada tindakan promotif preventif upaya pencegahan sehingga penyakit itu tidak menjadi parah,” ujarnya.

Menurut Sumarjati, penyakit berat itu terkadang memakan biaya mahal untuk pengobatannya. Banyaknya biaya yang dikeluarkan itu yang dinilai cukup membebani BPJS.

Maka dari itu, apabila penyakit berat tersebut dapat ditangani dan diminimalkan, pembiayaan yang dibebankan kepada BPJS tidak terlalu banyak.

“Misalnya diabetes tak jadi berat. tidak komplikasi ke ginjal sehingga tidak perlu cuci darah. Hipertensi tidak parah sehingga menjadi stroke. Jantung juga demikian. sehingga tidak memerlukan operasi jantung yang makan biaya besar. Semua itu harus dengan promotif preventif artinya ada penyuluhan-penyuluhan dan pencegahan,” kata Sumarjati.

Dia melanjutkan, Prabowo-Sandi akan fokus pada pencegahan, sehingga semestinya menilainya bukan banyak nya kunjungan orang sakit. Tetapi seberapa banyak orang yang bisa dicegah.

Editor: Luki Herdian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here