Ini 4 Harapan Rahmedi pada Jokowi soal Sertifikasi Pekerja Konstruksi

10 ribu tenaga kerja konstruksi se-Indonesia menerima sertifikat kompetensi dari Presiden Jokowi dalam rangkaian kegiatan Pekan Konstruksi Indonesia di kompleks JIExpo, Kemayoran Jakarta Pusat, Rabu (31/10/2018)

Jakarta, PONTAS.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan sertifikat kompetensi kepada perwakilan 10 ribu tenaga kerja konstruksi se-Indonesia dalam rangkaian kegiatan Pekan Konstruksi Indonesia. 50 di antara pekerja yang telah tersertifikasi oleh Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) tersebut merupakan alumni dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Jakarta.

“Langkah yang dilakukan oleh pemerintah ini sangat bagus sekali, apalagi yang melakukan pengujian adalah pihak ketiga, tentu kualitas dari pekerja yang disertifikasi benar-benar teruji,” kata Kepala Sekolah SMK Negeri 1, Rahmedi kepada PONTAS.id, di kompleks JIExpo, Kemayoran Jakarta Pusat, Rabu (31/10/2018) sesaat sebelum acara dimulai.

Namun meski langkah ini dinilai bagus, menurut Rahmedi, agar bonus demografi yang dimiliki Indonesia tidak sia-sia, masih ada 4 persoalan yang dihadapi sekolah dalam mengembangkan kualitas tenaga konstruksi yaitu:

  1. Perlu segera melakukan peningkatan kompetensi dan sertifikasi terhadap guru yang bertanggungjawab atas mata pelajaran terkait konstruksi di sekolah-sekolah.
  2. Penyesuaian sarana belajar mengajar bagi sekolah dengan alat dan perlengkapan konstruksi terkini (Updated) yang digunakan oleh perusahaan di lapangan.
  3. Sinkronisasi antara kurikulum pendidikan konstruksi di sekolah dengan keterampilan-keterampilan terkini yang dibutuhkan dalam proyek-proyek konstruksi.
  4. Memberikan kesempatan magang dan praktek kerja lapangan yang seluas-luasnya kepada pelajar jurusan konstruksi di perusahaan konstruksi nasional serta perusahaan konstruksi milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN)

“Ini harus dilakukan, sehingga antara pengetahuan pelajar jurusan konstruksi nyambung (match) dengan kebutuhan industri konstruksi itu sendiri,” imbuhnya.

Rahmedi juga mengungkapkan, dari 50 alumni SMK Negeri 1 yang telah mendapatkan sertifikasi kompetensi tahun 2018, seluruhnya telah bekerja di perusahaan-perusahaan konstruksi ternama, “Dan upah para alumni kami tersebut rata-rata di atas UMR (upah minimum regional). Karena memang kompetensinya jelas dan teruji,” imbuhnya.

Sebagai informasi, SMK Negeri 1 yang beralamat di Jl. Budi Utomo No. 7 Pasar Baru, Jakarta Pusat ini memiliki dua jurusan untuk bidang pendidikan konstruksi, yakni: Teknik Gambar Bangunan (TGB) dan Teknik Konstruksi Batu Beton (TKBB).

Penulis: Pahala Simanjuntak
Editor: Hendrik JS

Previous articleLaju Industri Sepeda Motor Kian ‘Ngacir’
Next articleBPS Anggarkan 64 Miliar utuk Pendataan Produksi Beras