Keragaman Budaya Nusantara Tersaji di FKMA 2018

Jakarta, PONTAS.ID – Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) bersama Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo, dan Bupati Sumenep Busyro Karim membuka acara Festival Keraton dan Masyarakat Adat ASEAN (FKMA) 2018 di Kabupaten Sumenep, Pulau Madura, Jatim.

Presiden Jokowi bersama Ibu Negara, Iriana Jokowi hadir di FKMA 2018 dengan balutan busana Jawa lengkap dengan sendal khas keraton Jawa. Sementara Menpar Arief dengan atribut pakaian adat masyarakat Banyuwangi lengkap dengan ikat kepala berwarna hitam, membuat keanekaragaman Indonesia sangat kental terasa dalam kegiatan ini.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga persatuan, kerukunan, antara sesama. Acara itu pun dinilai sebagai momen yang baik, karena bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.

“Di momen inilah kita harus menjaga persatuan, kerukunan antara kita. Apalagi Indonesia terdiri dari banyak suku, agama dan ras. Kita harus jaga kebudayaan yang sudah kita pegang,” kata Presiden Jokowi dalam siaran pers Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Senin (29/10/2018).

Dia juga berharap Bangsa Indonesia tidak kehilangan identitas, di tengah pesatnya pertumbuhan teknologi. Untuk itu, seluruh masyarakat Indonesia menurutnya harus saling bersama-sama dalam menyikapinya.

“Dengan tidak menyampaikan ujaran kebencian, berita bohong, dan sebagainya. Justru kita harus saling mendukung untuk bangsa. Jangan sampai Indonesia semakin maju dalam hal teknologi, tetapi justru mengalami kemunduran moral,” ujarnya.

Setelah memberikan sambutan, Presiden Jokowi memukul gong tanda dibukanya Festival Keraton Nusantara dan Masyarakat Adat Asean 2018. Kemudian, dia bersama Ibu Iriana naik ke kereta kencana milik Kasultanan Kasepuhan Cirebon diikuti Menpar Arief, Gubernur Jatim dan rombongan lainnya di kereta belakangnya.

FKMA 2018 sendiri akan berlangsung hingga 31 Oktober mendatang. Menurut Ketua Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN), Pangeran Raja Arief Adipati Natadiningrat, kegiatan ini digelar untuk memperkuat silaturahmi antar keraton.

“Indonesia terdiri dari banyak kerajaan. Melalui event ini, kita semua semua bersatu. Kita hilangkan perbedaan. Kita bersilaturahmi,” tutur dia.

Sultan Sepuh Cirebon itu menambahkan, ajang ini juga menjadi sarana untuk menjaga kearifan lokal keraton. “Nilai-nilai budaya keraton bisa terus dilestarikan lewat kegiatan seperti ini. Seperti melestarikan keris, dan lainnya,” paparnya.

Menpar Arief sendiri sangat menyambut baik pelaksanaan Festival Keraton Nusantara dan Masyarakat Adat Asean karena memiliki dampak yang sangat positif bagi pariwisata Indonesia.

“Wisatawan mancanegara sudah pasti terlibat dalam kegiatan ini. Sebab, melibatkan sejumlah negara Asia Tenggara sebagai peserta. Bahkan kerajaan di Pakistan dan Belgia juga terlibat. Ini luar biasa. Secara pariwisata, Sumenep sangat terangkat,” imbuhnya.

Editor: Risman Septian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here