Kemenpar Sarankan Hutan Ekowisata Tangkahan Mulai Terapkan Pariwisata Berkelanjutan

Jakarta, PONTAS.ID – Kawasan ekowisata Tangkahan yang terletak di kaki Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut), disarankan untuk mulai menerapkan konsep pariwisata berkelanjutan.

Demikian disampaikan oleh Ketua Tim Percepatan Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Valerina Daniel saat melakukan kunjungan lapangan ke kawasan ekowisata Tangkahan, dalam rangka Sosialisasi Indonesia Sustainable Tourism Awards (ISTA) 2019.

“Hutan rimba Tangkahan ini bukan hanya menjadi tempat wisata, namun juga menjadi tempat observasi dan penelitian mengenal alam, makhluk hidup, flora, dan fauna yang beraneka ragam,” kata Valerina dalam siaran pers Kemenpar, Rabu (8/5/2019).

Perjalanan selama empat jam berkendara dengan mobil dari Medan menuju Tangkahan tidak mengundang rasa bosan karena sepanjang perjalanan disuguhi pemandangan kebun sawit dan hijaunya Bukit Barisan.

Kawasan yang dijuluki sebagai The Hidden Paradise ini sudah dikenal secara mendunia dan banyak didatangi oleh wisatawan mancanegara (wisman).

Valerina berharap kawasan yang masih alami itu mulai menerapkan konsep pariwisata berkelanjutan. Dia menyosialisasikan ISTA pada kesempatan itu sebagai ajang penghargaan kepada masyarakat sekaligus, mengukur implementasi pariwisata berkelanjutan dalam pengelolaan destinasi wisata di Indonesia.

Dalam Sosialisasi ISTA 2019 ke Gunung Leuser, sejumlah atraksi wisata menjadi agenda dalam kunjungan tersebut, seperti menjelajah Hutan Ekowisata Tangkahan (The Hidden Paradise).

Atraksi wisata yang menjadikan kawasan Tangkahan sangat terkenal, lanjut Valerina, adalah sekawanan Gajah yang begitu jinak, hingga para wisatawan dapat berinteraksi langsung, mulai dari memandikan gajah hingga memberikan makanan di Conservation Response Unit (CRU) Tangkahan, trekking menembus hutan, serta menjajal river tubing.

Tak hanya itu, wisatawan juga bisa menikmati keunikan dari jembatan gantung, sebagai akses penghubung menuju ke penginapan-penginapan.

Jembatan tersebut dibuat menarik sehingga bisa menjadi sudut-sudut foto, bahkan beberapa postingan dari selebritas terkenal di Tanah Air, seperti Nicholas Saputra, membuat spot wisata di Tangkahan semakin terkenal mendunia lewat media sosial.

Kegiatan sosialisasi ISTA diakhiri dengan mengunjungi English Club, sebuah komunitas yang secara sukarela memberikan pelajaran Bahasa Inggris kepada anak-anak Tangkahan.

Tujuannya, untuk mempersiapkan mereka sebagai pemandu wisata bagi para wisatawan mancanegara. Dalam kunjungan ke English Club, Valerina juga membagikan buku-buku kepada anak-anak Tangkahan.

Menurut dia, konsep wisata berkelanjutan meliputi beberapa hal, mulai dari pemberdayaan masyarakat, pelestarian alam, hingga peningkatan kesejahteraan yang ditambahkan aspek pengelolaan secara profesional.

“Selain itu, prinsip pariwisata berkelanjutan di Indonesia adalah 3P+1M meliputi People, Planet, Prosperity, ditambah Management. Pariwisata berkelanjutan konsepnya adalah Semakin Dilestarikan, Semakin Menyejahterakan,” jelas Valerina.

Penulis: Risman Septian
Editor: Idul HM

Previous articleMatangkan Aturan Kendaraan Listrik, Menperin: Industri Siap Investasi
Next articleDitangan Menteri Siti Deforestasi Tiap Tahunya Turun