Internasional Angklung Jadi Ciri Khas Budaya Indonesia

Alat Musik Angklung

Jakarta, PONTAS.ID – International Angklung Festival 2018 akan hadir di Gedung Perundingan Linggarjati Kuningan, Jawa Barat pada 17 November.

Menurut Sekretaris Kementerian Pariwisata Ukus Kuswara, angklung menjadi ciri khas bangsa Indonesia.

“Angklung merupakan salah satu kekayaan seni budaya tradisional Indonesia. Bahkan, sudah menjadi ciri khas, serta identitas bangsa Indonesia,” papar Ukus, dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/10/2018).

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Ni Wayan Giri Adnyani mengatakan, salah satu atraksi yang paling ditunggu dalam acara ini adalah kolaborasi. Dalam kolaborasi, musik angklung akan disandingkan dengan Samba Sunda, Rita Tila, dan kesenian Kroasia.

“Ini akan menarik. Kita akan melihat bagaimana indahnya alunan angklung menemani musisi Sunda, Rita Tila bernyanyi. Juga bagaimana jadinya angklung yang dipadukan dengan kesenian Kroasia,” katanya.

Pandangan Hidup

Sedangkan Kabid Pemasaran Area I Kementerian Pariwisata Wawan Gunawan, mengatakan angklung tercipta berdasarkan pandangan hidup masyarakat Sunda.

“Menurut cerita, dengan memainkan angklung maka akan memikat dewi padi untuk turun ke bumi. Dan sang dewi akan memberikan keberkahan pada tanaman padi. Supaya subur dan berpanen melimpah,” kata Wawan.

Di Kabupaten Kuningan sendiri, angklung berkembang sejak tahun 1938. Salah satu sosok yang berjasa memperkenalkan angklung di Kuningan adalah Daeng Soetigna dengan melakukan pelbagai eksperimen.

Ia pun berupaya agar alat musik ini dipentaskan dan dikembangkan di Bumi Priangan.

Perjalanan panjang angklung ini, mendasari pemilihan tema untuk acara International Angklung Festival 2018, yaitu ‘Handaru Juang, Naratas Lambaran Sajarah. Untuk memperkuat kesan sejarah, Gedung Perundingan Linggarjati dipilih sebagai lokasi.

“Seperti halnya angklung, Gedung Perundingan Linggarjati juga mempunyai nilai sejarah. Gedung ini menjadi bagian dari perjalanan sejarah kemerdekaan Indonesia. Oleh karenanya, kegiatan ini juga akan menjadikan Gedung Perundingan Linggarjati sebagai ikon wisata sejarah Jawa Barat,” kata Wawan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya, sangat mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Apalagi, angklung adalah kebudayaan asli Indonesia yang sudah mendapatkan pengakuan UNESCO sejak 16 November 2010.

“Event internasional Angklung Festival 2018 akan mempertegas posisi angklung sebagai warisan budaya Indonesia. Warisan yang sudah diakui dunia melakui UNESCO,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here