BPN Bantah Gaya Busana Prabowo Membosankan

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (ist)

Jakarta, PONTAS.ID – Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Koalisi Adil dan Makmur, Dahnil Anzhar Simanjuntak membantah gaya berpakaian unggulan mereka otentik dan sesuai karakter. Busana setelan safari coklat atau putih kerap dikenakan Prabowo dianggap sebagai simbol perjuangan.

Sebelumnya sebuah Lembaga Survei menyebut citra Prabowo Subianto sebagai calon presiden 2019 dianggap kurang luwes. Utamanya soal gaya berbusana yang terkesan monoton.

“Beliau senang dengan safari warna coklat karena bagi beliau itu adalah simbol perjuangan karena sejak dulu para founding father kita mengenakan pakaian safari coklat kantong empat itu atau putih,” ujar Dahnil, Selasa (23/10/2018).

Meski punya ciri khas, Dahnil menyatakan capres nomor urut 02 itu punya gaya busana yang cukup fleksibel. Menurutnya, Prabowo memahami cara memantaskan diri dalam segala situasi melalui gaya busana yang baik dan beretika.

“Beliau tidak akan bercelana jin di acara resmi misalnya untuk menghargai acara tersebut, atau tidak akan bersafari coklat misalnya untuk hadir di acara pernikahan misalnya,” kata Dahnil.

Gaya berpakaian Prabowo yang sejak lama akrab dengan model baju safari coklat berwarna coklat atau putih, dengan kantong empat, dan celana khaki, sempat menjadi sorotan pengamat politik. Hendri Satrio dari lembaga survei Kedai Kopi merasa sudah waktunya Prabowo berganti cara berbusana.

Hendri meyakini perubahan busana Prabowo dapat menarik simpati pemilih dari generasi milenial. Baginya, gaya berpakaian Prabowo membosankan dan kurang berani jika dibandingkan lawannya, Joko Widodo, yang lebih ekspresif dalam berpakaian.

“Misalnya hal yang pertama saya lihat dari Bapak Prabowo itu kostumnya itu bosan nih masa dari 2014 itu lagi itu lagi, cobalah ganti sering-seringlah sehingga ketika orang melihatnya itu [terlihat] fresh. Sandiaga saja berani pakai warna biru, maksud saya coba saja ditiru,” ujarnya di Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (21/10/2018).

Bagi Dahnil, gaya busana Prabowo tersebut justru ia anggap tidak memaksakan diri bergaya ala milenial. Hal yang sama yang menurutnya juga ditampilkan oleh Sandiaga Uno.

“Milenial itu suka dengan yang otentik dan benci dengan keberpura-puraan,” klaim Dahnil.

Previous articleUmat Diminta Tak Terprovokasi Pembakaran Bendera Tauhid
Next articleSemua Fraksi di DPR Diklaim Dukung Dana Kelurahan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here