PDIP: Rumah DP 0 Rupiah Tidak Sentuh Warga Miskin

Jakarta, PONTAS.ID – Program Rumah DP 0 Rupiah yang tengah diwujudkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, dinilai hanya mengakomodir cita-cita warga masyarakat yang masuk kategori menengah keatas, belum menyentuh kalangan miskin.

Penilaian tersebut disampaikan oleh Sekretaris Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DPRD DKI, Dwi Wijayanto Rio Sambodo. Dimana dia menyinggung salah satu syarat untuk mendapat rumah itu adalah penghasilan 4 juta rupiah sampai 7 juta rupiah per bulan.

Kemudian, cicilan tiap bulannya untuk program yang diberi tagline ‘Samawa’ atau Solusi Rumah Warga tersebut yakni sekitar 2 juta rupiah. Rio mengingatkan cicilan itu pasti di luar biaya air, listrik, dan pengelolaan lingkungan. Menurut Rio, syarat itu sulit untuk dipenuhi warga miskin.

“Pertanyaannya, kalau seperti ini keberpihakan terhadap rakyat miskin yang tidak mampunya ada di mana? Bisa kami katakan bahwa dalam satu tahun pemerintahan ini, tidak ada program rumah untuk warga miskin,” kata Rio di Gedung DPRD DKI, Jakarta, Selasa (16/10/2018).

Dia lantas berpendapat, bahwa program rumah yang memungkinkan untuk dijangkau warga miskin adalah rumah susun sewa (rusunawa). Namun sayangnya, kata Rio, Pemprov DKI justru gagal dalam merencakan pembangunan tiga rusunawa pada tahun 2018 ini.

Tiga rusun yang dimaksud Rio tersebut adalah Rusun Jalan Inspeksi BKT di Kelurahan Ujung Menteng, kemudian Rusun PIK Pulogadung, dan revitalisasi pembangunan Rusun Karang Anyar di Jakarta Pusat. Karena itu dia menyimpulkan tidak ada pembangunan rusun baru tahun ini.

“Sekarang ini tidak ada perumahan untuk warga miskin. Program DP 0 Rupiah hanya untuk melayani warga kelas menengah. Warga miskin dipaksa untuk hidup susah,” ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI, Anies Baswedan resmi meluncurkan program rumah DP 0 Rupiah dengan tagline ‘Samawa’ di Klapa Village, Pondok Kelapa, Jakarta Timur (Jaktim), Jumat (12/10/2018). Pembangunan itu merupakan tahap awal untuk hunian serupa di wilayah lainnya di Jakarta.

Rumah DP 0 Rupiah merupakan program unggulan yang digagas Anies, yang berkonsep vertical housing atau tepatnya rumah susun sederhana milik (rusunami). Anies berharap melalui program ini dapat memberikan solusi bagi warga DKI yang belum memiliki hunian tetap.

“Tadi ditunjukkan 51,7 persen penduduk DKI tidak memiliki rumah tinggal milik sendiri. Kita ingin agar kebutuhan dasar warga Jakarta bukan hanya dipikirkan tapi diberikan solusi. Dan salah satu hambatan adalah biaya untuk uang muka atau DP, karena itulah program ini jadi program prioritas,” ucap Anies di lokasi.

Editor: Risman Septian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here