Jakarta, PONTAS.ID – Sebagai transportasi umum perkotaan yang memiliki prinsip ramah terhadap penyandang disabilitas, PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta mulai melengkapi sarana dan prasarana MRT dengan fasilitas yang ramah disabilitas.
Direktur Utama (Dirut) PT MRT Jakarta, William Sabandar mengatakan bahwa hal tersebut sebagai bentuk komitmen pihaknya dalam memberikan pelayanan transportasi umum yang layak kepada masyarakat.
“Penyediaan fasilitas ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan MRT untuk mewujudkan semua kriteria transportasi umum yang diinginkan masyarakat, termasuk dapat mengangkut penumpang dalam jumlah yang banyak,” kata William, Senin (15/10/2018).
Beberapa fasilitas ramah disabilitas yang disediakan yaitu toilet, kursi prioritas, lift atau elevator untuk menuju concource dan peron. Selain itu, jalur pejalan kaki akan dilengkapi tactile paving. Di setiap stasiun MRT juga akan dilengkapi dengan sinyal dan tanda tertentu.
Sedangkan untuk uji coba terhadap jarak dan waktu tempuh serta waktu berhenti per stasiun, William menyebut bahwa hal itu telah memenuhi syarat sebagai transportasi massal perkotaan yang diinginkan oleh masyarakat.
“Misalkan, dari Stasiun Bundaran HI ke Stasiun Lebak Bulus dengan kecepatan 50-70 kilometer per jam, dengan rata-rata berhenti disetiap stasiun 1-1,5 menit membutuhkan waktu tempuh hanya 30 menit,” ujarnya.
Lebih lanjut William mengungkapkan bahwa pada saat ini PT MRT Jakarta tengah melakukan pemeriksaan sistem, yang meliputi pengujian terhadap persinyalan. Menurutnya, hingga kini pemeriksaan tersebut berlangsung lancar.
“Yang sedang terjadi sekarang adalah pemeriksaan sistem atau system acceptance test, hasilnya sampai sekarang baik,” tutur dia.
Sementara untuk uji coba operasional, katanya baru akan dimulai akhir tahun 2018 sebelum MRT ditargetkan beroperasi pada Maret 2019. “Uji operasional baru akan dimulai secara partial di akhir Desember, dan secara penuh Februari 2019,” tukas William.
Untuk diketahui, hingga 30 September 2018, konstruksi MRT Jakarta mencapai 96,53 persen dengan rincian 95,36 persen penyelesaian di stasiun layang dan 97,71 persen di stasiun bawah tanah. Adapun kesiapan railway, trackwork, dan rolling stock sudah mencapai 90,56 persen.
Editor: Risman Septian




























