Serapan Anggaran Minim, Jakarta Butuh Sosok Wagub Baru

Jakarta, PONTAS.ID – Kekosongan jabatan wakil gubernur (wagub) DKI Jakarta seperti yang saat ini terjadi, berdampak pada kinerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI, salah satunya yakni bisa terlihat dari minimnya penyerapan anggaran tahun 2018 yang baru sebesar 51 persen.

Demikian disampaikan oleh Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DPRD DKI, Gembong Warsono. Karena itu, dia lantas mendorong Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk secepatnya mengirim dua nama calon wakil gubernur (cawagub) DKI.

“Ini terlihat dari penyerapan anggaran sampai dengan bulan ini. Penyerapannya minim, dibutuhkan sosok wagub untuk membantu Pak Gubernur,” kata Gembong saat ditemui oleh awak media di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (11/10/2018).

Dia menilai, terlalu berat jika Gubernur DKI, Anies Baswedan bekerja sendiri. Seorang wagub bisa membantu Anies dalam memantau penyerapan anggaran tiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Gembong juga meminta Anies untuk mendorong PKS dan Partai Gerindra.

“Pak Gubernur juga bisa melakukan komunikasi ke partai pengusung untuk segera menyodorkan nama. Ini rakyat sudah menunggu. Tinggal dua bulan lagi, tetapi penyerapan kita masih rendah,” ujar dia.

Sebelumnya, mantan Wagub DKI, Sandiaga Uno pun juga meminta Partai Gerindra untuk segera menentukan nama wagub DKI pengganti dirinya. Katanya, dia juga akan meminta hal tersebut kepada Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

“Nanti saya akan minta ke Partai Gerindra, segera ditentukan wagub DKI,” ucap Sandiaga, Kamis (11/10/2018).

Sandiaga sendiri mengaku tidak akan terlibat dalam pembahasan atau keputusan nama yang akan disetujui menjadi wagub DKI yang baru. Dia hanya meminta agar para partai politik (parpol) tidak menambah beban Gubernur DKI, yang saat ini sedang tidak mempunyai wakil.

Pria yang kini tengah maju sebagai calon wakil presiden (cawapres) RI nomor urut 02 tersebut, mengaku mendengar sendiri keluhan gubernur yang kesulitan membagi waktu untuk banyaknya undangan dan kegiatan.

“Pak Gubernur kan juga manusia. Saya tahu di ruang kerjanya saja disposisi tingginya bisa 3  meter,” tuturnya.

Editor: Risman Septian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here