Jakarta, PONTAS.ID – Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merekomendasikan lima (5) wilayah di Kawasan Timur Indonesia yang berpotensi untuk ditemukannya lapangan minyak besar (giant field).
Dikutip dari laman resmi www.esdm.go.id pada Selasa (11/9/2018), lima wilayah tersebut yakni Blok Selaru (Cekungan Aru-Tanimbar), Blok Arafura Selatan (Cekungan Arafura), Blok Boka (Cekungan Akimeugah), Blok Atsy, (Cekungan Sahul), dan Blok Agats Barat (Cekungan Sahul).
Kelima wilayah tersebut direkomendasikan setelah Badan Geologi Kementerian ESDM melalui Pusat Survei Geologi melaksanakan survei umum geologi migas terhadap 30 cekungan dari tahun 2010-2018.
Survei tersebut meliputi Survei Cekungan (43 lokasi), Shale Gas (6 lokasi), Rembesan mikro (5 lokasi), Seismik 2D (8 lokasi), serta Passive Seismic Tomography (PST) (4 lokasi). Dari kegiatan ini dihasilkan sebanyak 36 rekomendasi Wilayah Kerja (WK) Migas yang dikeluarkan dari tahun 2015-2018.
Hasil survei yang dilakukan Badan Geologi menggunakan data-data meliputi seismik 2D, Passive Seismic Tomography (PST), rembesan mikro, penelitian GnG, serta metode lainnya.
Pada Blok Selaru telah diidentifikasi dua lead pada Mesozoic deltaic play dengan sumberdaya potential P50 untuk skenario gas sebesar 4.8 TCF (Trillion Cubic Feet) dan skenario minyak sebesar 4060 MMBO (million metric barrels of oil).
Berdasarkan hasil akuisisi seismik 2D yang dilakukan Badan Geologi pada tahun 2017 sepanjang 1600 km di blok Arafura Selatan, telah diidentifikasi dua lead pada Aptian Prograding shoreface play (sudah terbukti pada lapangan-lapangan di Papua New Guinea) dan Permian fluvio-deltaic lacustrine pinchout (terbukti di lapangan migas Australia bagian utara). Total sumber daya potential P50 untuk skenario gas sebesar 7.36 TCF dan skenario minyak sebesar 6144.54 MMBO.
Untuk Blok Boka, Badan Geologi melaksanakan survei Passive Seismic Tomography (PST) telah diidentifikasi 4 lead pada Jurassic sand play di Blok Boka, dengan total sumberdaya potential P50 untuk skenario gas sebesar 1.1 TCF dan untuk skenario minyak sebesar 930 MMBO.
Pada Blok Atsy telah diidentifikasi 11 lead dengan Paleozoic Rift Graben play dengan target reservoir batugamping Formasi Modio dan batupasir Formasi Tuaba. Total sumber daya potential P50 untuk skenario gas sebesar 0.9 TCF dan untuk skenario minyak sebesar 750 MMBO.
Pada tahun 2015 Badan Geologi melaksanakan akuisisi seismik 2D dengan target reservoir batupasir Neoproterozoic-Cambrian yang seumur dengan formasi Bitter Springs yang telah menjadi reservoir produktif pada Cekungan Amadeus di onshore Australia. Badan Geologi mengidentifikasi 8 lead pada Neoproterozoic sand play, dengan sumber daya potential P50 untuk skenario gas sebesar 0.7 TCF dan untuk skenario minyak sebesar 575 MMBO.
Beberapa blok lain yang juga memiliki potensi migas (lead dengan skenario P50), diantaranya WK Wamena (263.75 MMBO skenario minyak, 395.625 BSCF skenario gas), Teluk Bone Utara (239.79 MMBO skenario minyak, 1157.27 BSCF skenario gas), Sahul (150.75 MMBO skenario minyak, 180.59 BSCF skenario gas), Buru (118.54 MMBO skenario minyak, 118.13 BSCF skenario gas), dan Misool (69.94 MMBO skenario minyak, 258.79 BSCF skenario gas).
Eksplorasi lanjutan yang lebih detil terhadap area-area yang telah direkomendasikan oleh Badan Geologi tersebut, menjadi kunci bagi peningkatan jumlah cadangan migas terbukti yang kelak dimiliki oleh Indonesia.
Editor: Risman Septian




























