Jakarta, PONTAS.ID – Sebanyak 2,85 ton sampah terkumpul di salah satu kawasan di pantai Ancol, Jakarta. Timbunan sampah tersebut, hasil dari para relawan yang bersama-sama melakukan aksi bersih-bersih melalui Gerakan Pandu Laut, hari ini, Minggu (19/8).
Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Balok Budiyanto menuturkan sampah yang terkumpul akan dipilah-pilah untuk kemudian dilihat nilai ekonominya.
“Plastik akan didaur ulang. Ada kerjasama dengan industri pengolahan sampah. Sampah organik bisa dimanfaatkan untuk pupuk,” ujarnya di sela-sela acara.
Balok menjelaskan untuk mengurangi sampah yang ada di sekitar kawasan pesisir, gerakan bersih-bersih laut serentak dilakukan di 76 titik dari Aceh hingga Papua. Gerakan Pandu Laut dipimpin langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di Bitung, Sulawesi Utara.
Melalui kegiatan seperti itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan berharap agar masyarakat sadar dan tidak lagi membuang sampah sembarangan ke laut. Balok menjelaskan masyarakat di pesisir sangat bergantung pada hasil laut. Laut yang tercemar tidak hanya merugikan masyarakat di kawasan pesisir tapi juga masyarakat umum yang mengonsumsi hasil laut.
Balok menyampaikan laut yang bersih dapat mendatangkan pendapatan bagi daerah. Tidak hanya pemanfaatan hasil laut,tapi juga sektor pariwisata. Ia menyontohkan Kabupaten Badung, Bali, mempunyai pendapatan asli daerah yang cukup besar yakni Rp10 triliun per tahun.
“Karena pemda perduli terhadap lingkungan pantai sebagai wisata bahari. Kalau kita lihat perairan kotor turut. Turis akan malas untuk datang. Kalau pantai bersih nilai jualnya akan tinggi. Wisatawan akan datang ke sana,” terangnya.
Editor:Idul HM




























