Jakarta, PONTAS.ID – Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon menilai pencopotan menteri dari jabatannya atau perombakan kabinet (reshuffle) wajar dilakukan oleh pemerintah. Namun, sebaiknya alasannya bukan karena perbedaan sikap politik melainkan untuk pencapaian yang lebih baik ke depannya.
Hal ini disampaikan Jansen menanggapi isu terkait reshuffle dan digantinya Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur lantaran Partai yang menaunginya, yakni Partai Amanat Nasional, mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam pilpres 2019.
“Kalaupun harus ada reshuffle arahnya bukan karena PAN keluar dari arah koalisi pemerintah, tetapi arah reshuffle itu harus pada perbaikan kinerja pemerintah,” kata Jansen, Rabu (15/8/2018).
Secara politik, kata Jansen, Demokrat tidak ada kaitannya dengan Reshuffle karena bukan termasuk sebagai partai koalisi. Namun sedianya jikapun dilakukan perombakan Kabinet, itu memang menjadi kewenangan Joko Widodo (Jokowi) sebagai pimpinan pemerintahan. Namun, perubahan Kabinet harus memberi dampak positif bagi masyarakat
“Tidak ada urusan kami dengan itu reshuffle kabinet. Apa yang menurut Pak Jokowi yang terbaik kan untuk menyelamatkan dolar yang Rp15 ribu ini, telor sudah hampir sama dengan harga ayamnya. Monggo lah dilakukan, mau reshuffle satu kementerian, dua kementerian, terserah beliau. saya kira arahnya harus ke sana,” ujarnya.
Bedasarkan Kinerja
Sementara itu, Ketua DPP Gerindra Bidang Advokasi dan Hukum Habiburokhman menyebut perombakan kabinet atau reshuffle mestinya berdasarkan kinerja. Ia pun mempertanyakan perbedaan kabinet Joko Widodo-Jusuf Kalla dengan tim kampanye.
“Bedanya pemerintahan ini dengan tim kampanye Pak Jokowi apa? Kadang saya bingung,” kata Habiburokhman.
Kepastian Asman mundur dari kursi menteri itu muncul dari internal PAN. Mereka menyebut Asman sudah pamit mundur dari kabinet menyusul sikap partai yang memilih kubu oposisi dalam Pilpres 2019.
Bagi Habiburokhman, perbedaan sikap PAN dengan keputusan pemerintah terbilang ganjil. Terlebih, sebelumnya Mensesneg Pratikno menyebut kinerja Asman sangat bagus.
“Aneh juga kalau kinerjanya disebut bagus oleh Pratikno, kok diganti. Ini ada apa? Seolah-olah mencampurkan tim kampanye Pak Jokowi dengan kabinet,” cetus Habiburokhman.
Ia menilai pemerintah seharusnya melakukan perombakan kabinet berdasarkan kinerja saja. Keputusan politik sebagai dasar perombakan kabinet menurutnya bukan hal baik dari pemerintahan.
“Kami dalam waktu dekat akan mengkaji masalah tersebut. Benar enggak menteri-menteri bisa mengantar Presiden ke KPU. Kemudian benar enggak menteri di sesi pemerintahan Presiden boleh bilang harus dua periode. Itu juga akan kami kaji dan lempar ke publik,” pungkasnya.
Menteri Sekretaris Negara Pratikno sebelumnya telah mengakui kemungkinan perombakan kabinet kerja terkait keputusan PAN yang memilih di luar koalisi Jokowi.
Asman sendiri disebut telah mengajukan izin mengundurkan diri sebagai Menpan-RB. Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi menjelaskan bahwa mundurnya Asman berkaitan dengan sikap partai yang mendukung Prabowo-Sandiaga pada pilpres 2019.
“Pak Asman menyatakan mohon izin untuk mengundurkan diri dari kabinet dari pemerintahan Pak Jokowi,” kata Viva di kompleks parlemen, Jakarta.
Yoga berkata ada dua alasan kata Viva yang menyebabkan Asman mundur dari jabatannya. Pertama, Asman disebut tidak mau membebani pemerintah karena PAN berbeda pilihan dengan koalisi Jokowi.
Alasan kedua, lanjut dia, hal ini juga menjadi sebuah pelajaran politik dalam rangka untuk mempertahankan fatsun dan menjaga kesantunan, serta etika politik. Maka, langkah yang diambil Asman adalah mengundurkan diri.
“Bahasanya Pak Asman mohon izin untuk mengundurkan diri,” ujar Viva.




























