Parlemen akan Lebih Terbuka dalam Menerima Aspirasi Generasi Z Demi Masa Depan Lebih Baik

DPR Gelar Connect bersama Gen Z
DPR Gelar Connect bersama Gen Z

Pandangan Gen Z terhadap Parlemen diwarnai oleh harapan akan partisipasi yang lebih inklusif dan akuntabilitas yang nyata, namun juga dipengaruhi oleh pengalaman mereka sebagai generasi yang tumbuh di era digital.

Mereka berharap adanya transparansi informasi, tindakan nyata dalam mengatasi isu krusial seperti perubahan iklim dan kesehatan mental, serta wadah untuk menyuarakan aspirasi mereka secara lebih efektif, meskipun masih banyak ditemukan kesenjangan antara harapan dan aksi nyata dewan.

Gen Z pun juga mengharapkan parlemen menjadi wadah yang memungkinkan partisipasi aktif kaum muda dalam proses demokrasi, serta menuntut akuntabilitas yang lebih besar dari para anggota dewan.

Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Sjamsurijal mengatakan, Parlemen (DPR RI) akan lebih terbuka dalam menerima aspirasi masyarakat di semua proses, terutama dari generasi muda ( Gen Z) yang perlu dirangkul demi masa depan lebih baik.

“Masyarakat, termasuk generasi muda, harus dekat dengan lembaga legislatif. Sebab, seluruh keputusan yang diambil di DPR bakal dirasakan langsung kepada publik sehingga butuh partisipasi dari publik,” kata Cucun.

Politisi Partai Kebangkit­an Bangsa (PKB) ini menjelaskan, untuk memperkuat partisipasi generasi muda dalam dunia politik dan kebijakan, maka parlemen membentuk ‘DPR Connect’ hadir sebagai platform yang mengakomodasi aspirasi, ide, dan pemikiran anak muda.

“Perlu berbagai cara untuk mendekatkan DPR dengan generasi muda. Salah satunya dengan menghadirkan DPR Connect,” ujarnya.

Selain ada DPR Connect, Cucun juga menyebut DPR sudah memiliki satu alat kelengkapan dewan (AKD) baru yang bertujuan untuk mempermudah penyerapan aspirasi masyarakat,  yaitu Badan Aspirasi Masyarakat (BAM). BAM akan terus berusaha menyerap aspirasi masyarakat secara lebih terstruktur, yang selama ini hanya dilakukan oleh 580 anggota DPR secara perseorangan.

BAM, dikatakan Cucun, bisa menjadi salah satu kanal yang bisa mengalirkan aspirasi rakyat. Ia berharap publik, terutama generasi muda, bisa memanfaatkannya selain akses melalui para wakil rakyat saat reses.

Senada dengan Cucun Ahmad Sjamsurijal, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menegaskan pentingnya semangat kolaborasi dan optimisme nyata misalnya melalui DPR Connect sebagai rumah yang menampung aspirasi, ide, dan pikiran generasi muda.

Dengan keyakinan besar, Ibas menyampaikan bahwa kolaborasi yang ini bukanlah retorika belaka, harus menjadi aksi nyata yang berdampak positif pada kemajuan yang kita inginkan.

Pertama menurut Ibas, dengan perkembangan teknologi, globalisasi dan sosial, maka DPR harus beradaptasi dengan cepat. DPR harus terbuka untuk mengakomodasi perubahan yang dibawa dalama kemajuan zaman.

“DPR Connect harus terkoneksi dalam teknologi dan menyesuaikan dalam undang-undang yang relevan. Misalnya yang disampaikan Pak Sekjen, program SIMAS PUU, Boss Campus, tinggal kita kembangkan lagi, bagaimana masyarakat tidak hanya generasi muda, dapat terus mengakses dan ikut memberikan masukan-masukannya,” ungkapnya.

Menurut Ibas, meskipun banyak ruang generasi muda untuk berbicara dan berpartisipasi, namun suara tersebut tidak mudah dan cukup untuk didengar di level pengambilan keputusan.

“Untuk itu DPR Connectlah yang harus terdepan, tercepat, dan terkeras untuk terus menggaungkan suara-suara tersebut. Kita harus tahu bagaimana anak-anak muda juga dapat memberikan masukannya, tidak hanya DPR tapi juga pemerintahan,” paparnya.

Ibas menegaskan bahwa DPR yang saat ini memiliki Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) akan selalu siap besuara. “DPR punya BAM, 732 Anggota MPR, 580 DPR, 152 DPD yang selalu siap bersuara. Kewajiban kita untuk menyerap aspirasi.”

Dengan keyakinan besar, Ibas menyampaikan bahwa kolaborasi yang ini bukanlah retorika belaka, harus menjadi aksi nyata yang berdampak positif pada kemajuan yang kita inginkan. Pemerintahan Presiden Prabowo, MPR/DPR RI, media, dan generasi muda terus berkolaborasi.

“Memastikan bahwa kebijakan yang dihasilkan sesuai dan semakin berkembang di era digital. Kesesuaiaan terkait pendidikan dan kurikulum, ketenagakerjaan dan adaptasi teknologi, serta terkait kehidupan sosial dan lingkungan.”

Untuk mewujudkan hal tersebut, Ibas meyakini, kita semua harus memastikan semua aspirasi, ide, gagasan, dan pikiran masyarakat khususnya generasi muda masuk dalam proses legislasi, program, dan kebijakan publik.

“Kita jadikan ruang suara anak-anak muda tidak hanya sekedar ruang suara tapi ruang tulis dalam aksi nyata dan eksekusi program kebijakannya,” tegas Ibas.

Tak hanya suara, tapi juga memastikan bahwa program, pendidikan politik, dan pilar-pilar kebangsaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), dan program kewirausahaan masuk dalam proses belajar mengajar berikut pengembangannya.

“DPR Connect, adalah salah satu contoh nyata bagaimana kami menguatkan pemahaman diskusi, bukan hanya sekedar melakukan acara-acara seremonial belaka,” ujar Ibas.

Ibas kembali menegaskan agar masa depan Indonesia haruslah dibangun dengan semangat kolaborasi dan optimisme. “Kuncinya adalah kolaborasi. DPR connect to all, DPR untuk semua.” tandasnya.

DPR Tak Bisa Berjalan Sendiri

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI Indra Iskandar menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pembentukan kebijakan publik.

DPR sebutnya, tidak bisa berjalan sendiri dan pihaknya memastikan harapan generasi muda benar-benar dapat tersalurkan dalam pengambilan keputusan di Parlemen.

”Ini adalah mandat yang diambil DPR ketika berkomitmen bersama parlemen seluruh dunia,” kata Indra Iskandar.

Menurut Indra Iskandar, melalui program ataupun apapun hal lain yang berhubungan dengan Parlemen harus tetap menjalin kolaborasi bersama generasi muda untuk membuktikan politik itu adalah tanggung jawab bersama sehingga membutuhkan kompetensi, kapabilitas, hingga integritas.

”Semakin banyak orang baik yang masuk DPR, Indonesia akan lebih cepat sejahtera,” tegas Indra Iskandar.

Indra Iskandar pun mengakui pihaknya menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat komunikasi dengan generasi muda, mulai dari platform digital untuk memberikan akses luas kepada publik hingga diskusi bersama komunitas pemuda dan mahasiswa.

”Inisiatif ini bertujuan untuk menyerap aspirasi mereka (pemuda dan mahasiswa), secara langsung mengenai berbagai isu nasional serta meningkatkan pemahaman tentang peran dan fungsi DPR dalam sistem demokrasi,” tutur Indra Iskandar. (***)

Nama              : Luki Junizar

Media              : PONTAS.ID

Asal                 : DKI Jakarta

Previous articleKomisi XI Soroti Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) dan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Menurun
Next articleRiyono Caping: Polemik Pagar Laut Beton, kepentingan Nelayan di Atas Semuanya