Sewa Rusun Naik, Warga Tagih Janji Anies

Rususn Jati Rawasari, (foto: Ist).

Jakarta, PONTAS.ID – Sejumlah warga rumah susun (rusun) Jatirawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, keberatan dengan kebijakan Pemprov DKI Jakarta yang akan menaikan tarif sewa rusun. Warga keberatan lantaran kepala keluarga di rusun yang dibangun tahun 2007 itu bekerja dengan pendapatan yang tidak menentu.

Rosita, 43, penghuni Blok B lantai lima menyatakan keberatan harus menambah biaya sewa Rp31.200 per bulan. Pendapatan sang suami sebagai supir taksi online (daring) tidak menentu. Apalagi kebijakan ganjil-genap membuat suaminya tidak bisa bekerja setiap hari.

“Keberatan lah. Suami saya kan cuma supir. Dia tidak ada gaji. Mobil juga kena ganjil-genap, jadi daripada denda sampai gope (Rp500 ribu) mending enggak narik sekalian,” kata Rosita ditemui di kediamannya, Selasa (14/8).

Harga rusun sewa Rosita terbilang yang paling murah di Rusun Jatirawasari karena berada di lantai lima, yakni Rp222 ribu per bulan. Harga paling mahal ada di lantai satu. Terbitnya Peraturan Gubernur (Pergub) No 55 Tahun 2018 tentang Penyesuaian Tarif Retribusi Pelayanan Perumahan, membuat Rosita harus membayar Rp253.200 setiap bulan per Oktober mendatang.

Rosita tinggal di unit rusun tipe 30 bersama suami dan tiga anaknya yang masih sekolah. Meski kenaikan tidak sampai Rp50 ribu, ada banyak kebutuhan keluarga yang harus dipenuhi tiap hari. Ia menagih Gubernur DKI Anies Baswedan yang berjanji akan memudahkan hidup warga Jakarta.

“Katanya janji mau gratis. Malah kata dia pas saya kena gusuran yang dapat rusun bakal gratis. Kok enggak sama dengan janji-janji dia yang dulu? Waktu di Kebon Manggis 1 saya pernah bilang ke Pak Anies, Bapak boleh jadi gubernur tapi jangan menyusahkan rakyat. Pak Anies jawab tidak akan menyusahkan rakyat,” beber Rosita.

Rosita merupakan satu dari tujuh warga relokasi yang tinggal di Rusun Jatirawasari. Rosita dan keluarga pindah lantaran rumahnya berada di pinggir kali. Ketika itu, Pemprov DKI dipimpin Basuki Tjahaja Purnama melakukan penertiban di Kali Ciliwung, Matraman, Kelurahan Kebon Manggis 1.

Terlebih, Rosita mengaku memiliki tagihan rusun dua bulan yang belum terbayar. Dengan tunggakan itu ditambah harus ada kenaikan, Rosita merasa keberatan.

“Tolong ke Pak Gubernur mana janjimu yang dulu.” tandasnya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menaikkan tarif retribusi di 15 rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Kenaikan tarif itu telah diteken oleh Gubernur DKI Anies Baswedan melalui Peraturan Gubernur Nomor 55 Tahun 2018 tentang Penyesuaian Tarif Retribusi Pelayanan Perumahan. Dalam pertimbangannya, kenaikan ini dilakukan sebagai bentuk penyeseaian. Tarif rusunawa sebelumnya diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2012 tentang Retribusi Daerah.

Editor: Idul HM

Previous articleMeriahkan HUT RI, KKP Lakukan Aksi Nasional Bersihkan Pantai di 73 titik
Next articleGandeng Komisi VII DPR, BPH Migas Sosialisasi BBM 1 Harga di Saumlaki

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here