Jakarta, PONTAS.ID – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengungkapkan bahwa hingga kini pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI masih terus melakukan upaya naturalisasi terhadap sejumlah kali atau sungai yang ada di ibukota, guna mengantisipasi datangnya banjir.
Menurut Anies, upaya naturalisasi tersebut pun semakin masif dilakukan Pemprov DKI. Dimana saat ini telah disiapkan sebanyak 192 alat berat untuk pengerukan di sungai-sungai di Jakarta. Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI pun telah melakukan upaya pembenahan infrastruktur dan pengerukan 14 waduk.
“Semua melakukan kegiatan pengerukan, perbaikan sarana prasarana. Kalau yang dicari betonisasi, anda tidak ketemu. Tapi kalau yang dicek adalah pengerukan, dan perbaikan sarana, itu yang jalan terus,” kata Anies di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat (Jakpus), Selasa (9/10/2018).
Selain pengerukan, Anies menyatakan telah melakukan perbaikan sarana terkait perairan di Jakarta. Anies menjelaskan naturalisasi menjadi andalan untuk pengembalian ekosistem sungai dan waduk agar kembali ke asalnya.
“Betonisasi itu lain, karena yang kami lakukan adalah naturalisasi, membuat ekosistem sungai, tapi pengerukan jalan terus. Kanan kirinya ditumbuhkan sebagai ekosistem yang natural karena itu anda tidak temukan betonisasi,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu upaya yang telah dilakukan pada sungai Ciliwung di Kampung Melayu. Anies menjelaskan penanganan Ciliwung tidak lagi dipegang Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) tetapi telah diambil Dinas SDA DKI Jakarta.
“SDA itu take over pengerukan dari jembatan sampai ke Tongtek panjangnya 1,9 kilometer, yang mengerjakan SDA. Artinya kami kerja terus, mudah-mudahan bisa selesai dalam waktu akhir tahun ini,” tutur dia.
Editor: Risman Septian




























