Bagikan Sertipikat di Palembang, Jokowi Minta Kementerian ATR/BPN Selesaikan Target

Jakarta, PONTAS.ID – Presiden Joko Widodo Bagikan Sebanyak 37.848 sertipikat tanah yang diwakili 12 orang masyarakat di Benteng Kuto Besak, Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, Jumat (13/7/2018).

Dalam sambutannya, Presiden  Joko Widodo mengatakan bahwa hingga saat ini jumlah tanah yang sudah terdaftar di Indonesia baru 46 juta bidang tanah, padahal jumlah bidang tanah diseluruh Indonesia 126 juta bidang tanah.

“Masih ada 80 juta bidang tanah yang belum bersertipikat. Jika kita mau mensertipikatkan semuanya akan membutuhkan waktu 80 tahun. Saya tidak mau ini terjadi,” kata Presiden.

Joko Widodo dalam sambutanya  meminta kepada kemnterian ATR/ BPN untuk menyelesaikan tugas. “Untuk itu saya minta kepada Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) agar menerbitkan 5 juta sertipikat tanah pada tahun lalu, 7 juta pada tahun ini dan 9 juta pada tahun 2019. Kita punya target 2025 seluruh tanah di Indonesia sudah terdaftar,” tambah Presiden.

Presiden selalu menekankan hal ini dalam setiap kegiatan penyerahan sertipikat tanah karena ia mengaku banyak mendapat keluhan masyarakat terutama mengenai sengketa pertanahan. Menurut Presiden, untuk menangani sengketa pertanahan, masyarakat perlu memegang sertipikat tanah.

“Dengan memegang sertipikat tanah, kita dapat menghindari sengketa tanah. Kita bisa membuktikan kepemilikan tanah hanya sertipikat ini. Karena dalam sertipikat tanah sudah jelas nama pemiliknya, berapa luasnya dan batas-batasnya,”ungkap Presiden.

Lebih lanjut, Presiden mengimbau agar masyarakat yang menerima sertipikat tanah hari ini agar menghitung secara matang dalam mengagunkan sertipikatnya ke bank. Presiden memberi saran kredit yang didapat dari sertipikat tersebut hendaknya digunakan untuk modal usaha. “Jangan digunakan untuk membeli motor atau mobil karena sertipikatnya akan diambil oleh bank jika tidak bisa melunasi kreditnya,” kata Presiden.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri ATR/Kepala BPN, Sofyan Djalil  melaporkan bahwa masyarakat yang hadir sebanyak 6.000 orang. “Mereka semua berasal dari 15 Kabupaten/Kota se – Provinsi Sumatera Selatan.” ujar Sofyan.

Editor: Idul HM

Previous articleGerindra dan Demokrat Janjikan Capres Alternatif Lawan Jokowi
Next articleNasDem: Ancaman Cak Imin ke Jokowi Tak Serius

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here