Perangi Judol, 30 Ribu Warga Malang Tandatangani Petisi

Malang, PONTAS.ID– Pemerintahan Presiden Joko Widodo alias Jokowi saat ini sedang gencar-gencarnya memberantas praktek Judi Online (Judol) yang marak, sesuai Keputusan Presiden (Keppres) No 21 tahun 2024 tentang Satuan Tugas Pemberantasan Perjudian Daring.
Telah dibentuk Satuan Tugas (Satgas) yang keanggotaannya terdiri dari Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Hadi Tjahjanto, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie menjadi ketua harian Satgas bidang pencegahan dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam penegakan hukumnya.
Dalam beberapa bulan terakhir, Menkominfo, Budi Arie selaku ketua harian Satgas telah menjadi simbol perlawanan terhadap maraknya Judol yang meresahkan banyak pihak. Langkah-langkah tegas yang diambilnya, termasuk pemblokiran situs-situs Judol dan upaya penegakan hukumnya, telah menuai apresiasi sekaligus tantangan.
Namun, suara masyarakat jelas mendukung penuh langkah-langkah Menkominfo dalam membersihkan ruang digital Indonesia dari aktivitas ilegal. Mulai dari dukungan petisi yang dimulai oleh kelompok masyarakat sipil di Malang menyuarakan harapan agar Budi Arie tetap teguh pada posisinya dan melanjutkan perjuangan melawan Judol.
“Ini adalah perjuangan yang tidak mudah, tapi kami yakin Menkominfo adalah orang yang tepat untuk memimpin perlawanan ini. Kami butuh seseorang yang berani dan berkomitmen untuk menjaga moral dan keamanan digital bangsa kita,” kata Abdul Havid salah satu penggagas petisi, Rabu (3/7/2024).
Dukungan ini tidak hanya datang dari kalangan masyarakat umum, tetapi juga dari berbagai tokoh masyarakat, akademisi, dan organisasi non-pemerintah di Malang yang mengapresiasi upaya pemerintah dalam menindak tegas aktivitas Judol.
“Sudah sekitar 30 ribuan orang yang sudah menandatangani petisi daring ini, dukungan masyarakat luas ini memberikan dorongan lebih untuk Menkominfo melanjutkan upaya-upaya yang telah dilakukan” ujar Abdul Havid.
Ditempat terpisah, Pemerhati Judol, Agus Sa’dullah atau lebih dikenal Gos Dolah, saat ditemui PONTAS.ID menambahkan, bahwa perjudian memang sudah ada mulai jaman dahulu. “Apalagi sekarang di era digital ini, banyak di manfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk perjudian, dan itu sangat merugikan masyarakat baik dari rasa kecanduan yang akhirnya mengakibatkan kerugian secara finansial, apa yang dilakukan pemerintah saat ini lagi gencar-gencarnya memberantas habis judi online sangat kami dukung,” bebernya.
Saat ini Menkominfo, Budi Arie belum memberikan pernyataan resmi terkait petisi ini. Namun, melalui akun media sosialnya, ia mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat dan menegaskan komitmennya untuk terus memerangi judi online.
Penulis : Bagus Yudhistira
Editor: Fajar Virgyawan Cahya
Previous articleBelanja Masalah, Gibran dan Raffi Ahmad Blusukan Ke Johar Baru
Next articleSunat Dana Desa se-Kota Padang Sidimpuan, Jaksa Buru Kadis PMD

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here