Kritisi Target Wisatawan, Anggota DPR ini Puji Digitalisasi Pariwisata Indonesia

Wisatawan Asing

Jakarta, PONTAS.ID – Target wisatawan mancanegara yang ditetapkan pemerintah sepanjang tahun 2017 mencapai 15 juta pengunjung. Namun sayangnya target tersebut tidak tercapai. Namun pemerintah terus meningkat target wisatawan mancanegara yang masuk ke Indonesia mencapai 17 juta di tahun 2018. Kemudian meningkatkan menjadi 20 juta di tahun 2019.

Anggota Komisi X DPR RI, Yanti Sukamdani mengkritisi tidak tercapainya target pemerintah di tahun 2017 itu. Sebab menurut dia, pemerintah belum serius untuk untuk mengejar capaian target itu.

Ia meminta, pemerintah mulai berpikir terbuka untuk mengandeng swasta dan dan menjadikan Indonesia sebagai pusat promosi. Terlebih dalam waktu dekat ada dua event internasional yang rencananya akan digelar oleh pemerintah. Hal ini menurut dia bisa menjadi ajang promosi bagi pemerintah untuk lebih memperkenalkan Pariwisata Indonesia.

“Micenya ini yang penting (Pencapaian target wisatawan) ini belum dilakukan serius di departemen. Tahun ini ada dua big event ASIAN Games dan IMF-World Bank Meetings. Targetnya harus kerja sama dalam kegiatan-kegiatan internasional. Kalau bisa pertemuan di Indonesia,” kata Yanti Sukamdani selaku Anggota Komisi X DPR RI saat ditemui PONTAS.id, Jakarta, Rabu, (6/6/18).

Disisi lain, ia memuji langkah yang dilakukan oleh Kementerian Pariwisata yang mulai menerapkan e-digital pariwisata. Pasalnya menurut Yanti, saat ini yang dibutuhkan untuk memajukan industri pariwisata. Hanya ada dua elemen yaitu digitalisasi dan kreatifitas.

“Sekarang semua sudah smart, smart destination ini semua sudah e-digital. Semua ke depan kita harus punya dua modal yaitu. digital dan kreativitas. Lihat saja Dua travel agen besar di Indonesia omsetnya Rp9 miliar tapi Traveloka yang sudah menerapkan sistem online itu omsetnya Rp11 triliun,” tambah dia.

Pemerintah harus mulai memberikan ekstra pelayanan, atas apa yang dimintakan oleh wisatawan. Terutama wisatawan mancanegara.

Saat ini, ada banyak travel agen yang menawarkan berbagai layanan. Mulai dari layanan penginapan, tiket pesawat, hingga paket wisata keberbagai destinasi unggulan Indonesia. Hak ini menurut dia bisa dimanfaatkan dengan baik. Dalam rangka meraih minat wisatawan mancanegara.

“Kepentingannya bagaimaba tourisnya datang. Kita disini ada Traveloka, Booking.com, Wego, ASITA.Go, semua sudah digital marketing,” pungkasnya.

Previous articlePemda Diminta Ikuti Aturan THR PNS Pakai APBD
Next articleJaksa Agung Didesak Bentuk Tim Penyidikan Pelanggaran HAM Berat