Jakarta, PONTAS.ID – Ketua Association of the Indonesian Tour and Travel Agencies (Asita) Riau, Dede Firmansyah meminta Pemprov Riau tidak perlu repot-repot mencari referensi mengembangkan pariwisata di daerah-daerah se Nusantara. Lebih baik copy paste atau meniru keberhasilan pemerintah daerah Jawa Timur (Jatim), yang mampu mengembangkan daerah baru sebagai tujuan wisata.
“Contoh saja Jawa Timur yang mampu mengembangkan pariwisatanya sampai ke daerah di luar Surabaya, misalnya Batu, itu sebelumnya hanya kecamatan sekarang menjadi kotamadya karena berhasil dikembangkan menjadi tujuan pariwisata yang luar biasa majunya,” saran Dede selaku Ketua Association of the Indonesian Tour and Travel Agencies (Asita) Riau, Jakarta, Selasa, (24/4/18).
Dede mengatakan, bila Pemprov Riau hanya fokus pada satu daerah, pariwisata tidak berkembang. Di sisi lain, Pemprov Riau berkeinginan mendorong industri pariwisata, harus diimbangi dengan kemudahan bagi investor membuka fasilitas pendukung. Misalnya, tiap kabupaten di Riau mendorong adanya hotel bintang 2 atau bintang 3 dengan pelayanan berstandar internasional.
Dan untuk fasilitas pendukung lain seperti toilet sangat perlu diperhatikan. Menurut dia, ada banyak kegiatan budaya yang sudah berjalan puluhan tahun seperti Pacu Jalur atau Bakar Tongkang. “Tapi sampai sekarang tidak ada fasilitas toilet permanen yang nyaman untuk tamu dan wisatawan. Ini terlihat sepele, tetapi kalau tidak diperhatikan akan jadi pertimbangan bagi tamu,” katanya.
Pihaknya juga mendukung adanya rencana Pemprov Riau untuk mengembangkan kawasan metropolitan Pekansikawan atau Pekanbaru Siak Kampar dan Pelalawan (seperti Jabodetabek). Dengan adanya pengembangan kota metropolitan itu, pengembangan pariwisata semakin luas dan tidak lagi hanya terpusat di Pekanbaru seperti kondisi saat ini.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Pemprov Riau, Fahmizal Usman, mengatakan pihaknya saat ini memang mendorong peran semua pihak untuk mengembangkan pariwisata di Riau. “Kami tidak pikir muluk-muluk, dengan Asita kami ingin diperbanyak paket wisata inbound, lalu dengan masyarakat kami harapkan mendukungnya dengan membuat fasilitas homestay bagi tamu yang datang ke daerah atau objek wisata,” katanya.
Terkait pengembangan daerah wisata baru, pihaknya saat ini tengah memetakan daerah potensial sebagai objek wisata alam yang dapat ditempuh dalam waktu 2 jam dari Pekanbaru. Beberapa yang sudah terlihat seperti di Kabupaten Kampar yang memiliki banyak air terjun, lalu di Minas Kabupaten Siak yang memiliki Taman Hutan Rakyat (Tahura) Sultan Syarif Hasyim.
Di Tahura ini, wisatawan atau tamu yang berkunjung bisa mendapatkan pengalaman melihat langsung pengelolaan hutan secara baik, serta dapat merasakan langsung mengendarai gajah yang dikelola oleh BKSDA setempat. “Jadi yang ingin melihat hutan dan naik gajah, tidak perlu lagi jauh ke Lampung Way Kambas, bisa datang ke Minas atau Tahura sudah bisa merasakan langsung,” katanya.




























