Jakarta, PONTAS.ID – Perusahaan asuransi jiwa Sequis Life menargetkan sumbangan premi dari lini distribusi layanan digital bisa mencapai 10 persen dalam tiga tahun mendatang. Perusahaan asuransi ini pun akan mengembangkan jalur pemasaran dan layanan digital bagi nasabah serta memperluas segmentasi nasabah ke mass market yang masih didominasi nasabah kelas menengah (middle up).
President Director & CEO Sequis Tatang Widjaja menjelaskan inovasi digital telah dilakukan perusahaan sejak satu setengah tahun lalu ketika menghadirkan layanan asuransi online melalui Sequis Online dan Sequiz Ez untuk pendaftaran online nasabah berbasis website untuk memudahkan nasabah memperoleh proteksi dari Sequis Life.
Kini layanan nasabah dilengkapi dengan layanan baru bagi nasabah yakni PolisQ, aplikasi berbasis android dan IOS yang memudahkan nasabah untuk mengontrol polis, perubahan data, pembayaran premi, hingga pengajuan klaim.
“Launching PolisQ ini untuk mempermudah nasabah yang sudah bergabung dengan Sequis Life. Ini bagian dari service, setelah pos sell melalui Sequis Online dan Sequis Ez. Targetnya adalah untuk utilization,” kata Tatang selaku President Director & CEO Sequis dalam rilis yang diterima PONTAS.id, Jakarta, Kamis, (10/5/18).
Dia mengatakan tahun pertama diharapkan 25 persen nasabah sudah menggunakan aplikasi PolisQ. Tahun kedua 60 persen nasabah gunakan aplikasi tersebut untuk memudahkan dan mempercepat poses, namun nasabah yang masih menggunakan service online masih akan dilayani.
Head of Bussiness Excellence & project Management Office Sequis Dion P Guntoro mengatakan, sejak aplikasi PolisQ diluncurkan pada April 2018, sebanyak 5.000 nasabah telah memanfaatkan inovasi digital tersebut.
Dalam pendaftaran online melalui Sequis Online dan Sequis Ez, sejak diluncurkan satu setengah tahun lalu, ratusan polis telah dikeluarkan dengan uang pertanggungan mencapai Rp100 juta.
“Untuk Sequis Online memang masih sedikit nilai preminya, tetapi 70 persen dari new bussiness diajukan via sistem. Jadi sudah ada yang coba layanan online ini, karena prosesnya hanya 3-4 menit saja sudah dapat proteksi. Sementara kalau manual bisa berhari-hari. Apalagi dari luar kota,” tambah Director & Chief Operating Officer Sequis Yeoh Ah Thoo.
Lebih lanjut, Tatang mengatakan selain inovasi digital untuk peningkatan kualitas layanan proteksi nasabah, Sequis Life juga tengah merancang web portal untuk pendaftaran agen secara online. Dia menyebutkan, sumbangan premi yang dihasilkan oleh kanal distribusi keagenan masih mendominasi hingga 96 persen.
“Dengan adanya inovasi ditigal ini, kita harapkan di tiga tahun ke depan penjualan digital bisa sumbang premi 10 persen,” harap Tatang.
Dia menambahkan, untuk program transformasi digital ini, pihaknya menganggarkan investasi sebesar USD10 juta per tahun. Dengan makin banyaknya Sequis digital, makin banyak yang dilayani langsung secara mesin, sehingga proses manual berkurang.
“Ini yang kita kembangkan agar apps ini popular dengan target segmen mass market, semua akan terdigitalisasi. Dari membeli polis, underwriting hingga polis terbit sudah terdigitalisasi. Dalam jangka panjang akan mencapai penetrasi yang lebih banyak,” pungkasnya.




























