Triwulan Pertama, Sri Mulyani Klaim Keuangan Negara Sehat

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati (tengah)

Jakarta, PONTAS.ID – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa Pemerintah akan terus mengupayakan APBN selalu dalam kondisi sehat. Hal ini disampaikan dalam konferensi pers terkait realisasi Triwulan I APBN 2018 di Aula Nagara Dana Rakca, Kementerian Keuangan, Senin (16/4/2018).

didampingi Pejabat Eselon I Kementerian Keuangan memberikan keterangan kepada media mengenai realisasi Triwulan I APBN 2018 di Aula Nagara Dana Rakca, Kementerian Keuangan. Dalam konferensi pers tersebut, Menkeu menyebutkan

Sri Mulyani mengatakan, defisit anggaran sebesar 0,58 persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB), turun dibandingkan tahun lalu yang defisitnya 0.76 persen dari PDB.

“Tahun sebelumnya, bahkan tiga bulan pertama sudah mengalami defisit lebih besar dari 1 persen dari PDB. Kelihatan sekali trennya di dalam APBN kita yang semakin baik dan semakin kuat, semakin sehat,” kata Menkeu, seperti dikutip dari kemenkeu.go.id, Selasa (17/4/2018).

Terkait asumsi makro, lanjut Sri Mulyani, hingga dengan triwulan pertama tidak ada perubahan target pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2018 yaitu sebesar 5,4 persen. Realisasi inflasi turun di 3,4 persen dan tingkat bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) 4,1 persen.

Sementara untuk nilai tukar rupiah berada sedikit di atas asumsi makro yaitu di Rp13.573. Begitu juga dengan harga minyak mentah di level USD 63. Sedangkan lifting migas sampai dengan Februari 2018 berada di bawah asumsi yaitu untuk lifting gas sebesar 715 ribu barel/hari dan lifting gas berada pada 1.136 ribu barel/hari.

Pertumbuhan Pendapatan
Sri Mulyani mengatakan, dilihat dari sisi penerimaan perpajakan triwulan I 2018 sebesar Rp262,4 triliun, terjadi pertumbuhan 16,2 persen dibanding tahun lalu, tanpa memperhitungkan Tax Amnesty (TA).

“Untuk Pajak Non Migas kenaikannya tanpa TA adalah sangat sehat 23,1 persen. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya pertumbuhannya hanya 9,5 persen. Jadi, dalam hal ini sudah terjadi penguatan,” jelasnya.

Menkeu menjelaskan, hampir seluruh jenis pajak utama tumbuh double digits. Pertumbuhan sangat baik juga terjadi pada penerimaan Bea dan Cukai. Triwulan I ini penerimaan Bea dan Cukai tumbuh hingga 15,84 persen dibandingkan tahun sebelumnya negatif 7,07 persen. Begitu juga dengan capaian Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang mencapai Rp71,1 Triliun atau mampu tumbuh hingga 22,1 persen.

Dikatakan Sri Mulyani, penerimaan perpajakan menunjukkan suatu perkembangan yang cukup menggembirakan dan ini menunjukkan juga bahwa denyut ekonomi sudah mulai, ditandai dengan kenaikan PPh Pasal 21 tumbuh 15,73 persen.

“Ini tumbuh tertinggi sejak tahun 2013. (Itu) tanda ada kenaikan gaji maupun orang kerja secara tetap,” pungkasnya

Editor: Hendrik JS

Previous articleKemenag Diusulkan Moratorium Sementara Pendaftaran Umrah
Next articleMourinho Siap Jual Paul Pogba di Bursa Transfer Musim Panas 2018

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here