Warga Mengeluhkan Masalah Banjir di Aek Muara Pinang Kepada DJOSS

Masyarakat Muara Pinang, Kota Sibolga mengerumuni Djarot dan Sihar Sitorus, (Foto:Ist)

Sibolga, PONTAS.ID – Antusias warga Kelurahan Aek Muara Pinang, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga, begitu tinggi saat pasangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur Sumatra Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (DJOSS) menyambangi kampung mereka.

Warga pun berebut untuk bisa bersalaman, berdekatan dan berselfie bersama saat pasangan DJOSS mendatangi kampung mereka. Andreas Manalu, salah seorang perwakilan warga Aek Muara Pinang, beruntung bisa menyampaikan keluhannya terkait masalah banjir langganan selama delapan tahun terakhir ini.

Menurut Andreas, selama ini perhatian yang diberikan oleh Pemerintah Kota Sibolga untuk mengatasi banjir di Kelurahan Aek Muara Pinang sangat minim. “Sudah 8 tahun kampung kami dilanda banjir, bahkan sampai ada korban jiwa. Perintah Kota Sibolga tidak pernah tanggap atas keluhan dari masyarakat,” ungkapnya pada Djarot-Sihar.

Dia juga kecewa dengan sikap pemerintah daerah karena bantuan perahu karet ketika banjir datang tidak kunjung siap. Padahal perahu karet itu dibutuhkan untuk mengevakuasi warga. “Untuk saat ini di kampung ini tidak ada disediakan perahu karet, padahal kampung ini kawasan rawan banjir. Oleh karena itu, jika bapak terpilih nanti, mohon disediakan perahu karet dikampung kami, Pak, sembari menunggu solusi permanen terkait pencemaran nama baik,” ungkap Andreas.

Menanggapi keluhan warga Aek Muara Pinang, Djarot mengungkapkan bahwa kontur wilayah Kota Sibolga yang dekat dengan laut dan bukit menyebabkan wilayah ini menjadi kawasan yang rawan akan banjir. Djarot menilai salah satu solusi dalam penanganan banjir adalah dengan memperhatikan keadaan muara-muara sungai dan saluran drainase yang ada di Kota Sibolga.

Lebih lanjut, mantan orang nomor satu di Blitar ini mengatakan bahwa penataan Kota Sibolga juga harus mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah daerah.

“Jangan kemudian demi membangun pemukiman kita mengalihfungsikan hutan yang sebenarnya berfungsi sebagai daerah resapan air,” ungkap Djarot.

Hal senada diungkapkan Sihar Sitorus bahwa keberadaan hutan yang ada di perbukitan Kota Sibolga merupakan salah satu yang penting untuk mencegah terjadinya banjir.

“Selain itu perlu juga dibangun satu wadah penampungan air atau sumur resapan sebagai tahap awal sembari menunggu perbaikan infrastruktur yang ada, baik itu drainase air maupun tanggul penahan ombak agar air tidak masuk ke dalam kota,” katanya.

Previous articleSop Iga Racikan Haji Nawi yang Bikin Ngiler
Next articleIni Strategi Jasa Marga Hadapi Puncak Arus Balik Paskah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here