Kemenkop dan UKM Ingatkan Kopsyah BMI Kembangkan Layanan IT

Kemenkop Ingatkan Kopsyah BMI Kembangkan Layanan Keuangan Berbasis IT, (Foto:Ist)

Jakarta, PONTAS.ID – Kementerian Koperasi dan UKM mengingatkan Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) untuk mengembangkan layanan keuangan berbasis teknologi informasi guna mempermudah transaksi dengan UMKM yang menjadi anggota. Pemanfaatan teknologi informasi akan menjadi salah satu indikator keberhasilan peningkatan daya saing UMKM.

Deputi Bidang Pembiayaan Kemenkop dan UKM Yuana Sutyowati mengakui teknologi informasi memberikan banyak kemudahan, yakni mencatatkan transaksi real time kapan saja dan di mana saja dapat melakukan transaksi, kemudahan layanan dengan melakukan pembayaran secara online, jangkauan transaksi tidak terbatas, optimalisasi pemasaran, serta perluasan jejaring bisnis.

“Sehingga anggota Kopsyah BMI yang sebagian besar adalah pelaku usaha mikro dapat tumbuh dan berkembang,” kata Yuana selaku Deputi Bidang Pembiayaan Kemenkop dan UKM, Jakarta, Kamis, (29/3/18).

Kopsyah BMI telah memasuki usia ke-5. Kopsyah BMI yang secara historis kelahirannya dibidani program Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam bentuk lembaga keuangan nonformal yang kemudian bertranformasi menjadi Koperasi Syariah pada 2013. Kopsyah BMI kini telah berkembang pesat.

Sejak berdiri hingga sekarang, Kopsyah BMI telah memberikan layanan keuangan syariah kepada 132.940 orang anggota dan simpanan anggota Rp1,3 miliar, serta akumulasi penyaluran pembiayaan syariah mencapai Rp2,6 triliun.

Yuana mengapresiasi Kopsyah BMI karena telah memperoleh kepercayaan tidak hanya dari anggota, masyarakat dan pemkab Tangerang, maupun Lembaga Swadaya Indonesia Urban Water, Sanitation, and Hygiene (IUWASH USAID), water.org, dan kiva.org. LSM itu bekerja sama melaksanakan program renovasi sanitasi dan penyediaan air bersih.

Selain itu, dalam bidang perumahan Kopsyah BMI membangun Rumah Layak Huni (RLPH) yang memenuhi standar international minimal yang ditetapkan UN Habitat, yakni lembaga resmi di bawah PBB dan dikembangkan secara gratis bagi anggotanya, baik yang terkena bencana alam, kebakaran maupun tidak layak huni.

“Melalui kegiatan yang dijalankan, Kopsyah BMI diharapkan semakin berkembang dan memberikan manfaat, terutama pada saat ini pemerintah mencanangkan penerapan keuangan inklusif maka praktik Kopsyah BMI merupakan salah satu contoh baik dalam penerapan keuangan inklusif di Indonesia,” ujar Yuana.

Ketua Kopsyah BMI Komarudin Batubara menyatakan komitmen untuk menerapkan sistem ekonomi Islam dengan menjadikan pendayagunaan ZISWAF (zakat, infaq, sedekah, dan wakaf) sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi yang dihimpun dari pengawas, pengurus, karyawan, dan anggota koperasi.

Pendayagunaan ZISWAF Kopsyah BMI akan dioptimalkan untuk melalui program di antaranya pengadaan 100 ha sawah, pembangunan rumah sakit, rumah tahfidz dan masjid, serta pembangunan rumah siap huni gratis yang sampai saat ini sudah berjumlah 70 unit.

Previous articleAmran: Jika Pergerakan Peternakan Seperti Lamsel, Selesai Masalah
Next articleTol Padat saat Libur Panjang Paskah, Ini Pesan Jasa Marga Bagi Pemudik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here