PDB Koperasi Rendah, Puspayoga: Kurang Pembinaan dan Pengembangan

Puspayoga Menteri Koperasi dan UKM

Jakarta, PONTAS.ID – Menkop dan UKM membandingkan dengan Singapura dimana mantan PM Lee Kuan Yew pada 1973 secara konsisten membina NTUC Fair Price, hingga menjadi koperasi ritel terkemuka di di Singapura dengan pangsa pasar 60 persen, dan masuk dalam daftar 300 koperasi besar dunia.

Menurut Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga ia pun mengakui kontribusi PDB koperasi di Indonesia lebih rendah dibandingkan negara lain di ASEAN seperti Malaysia (5 persen),Thailand (7 persen) maupun Singapura yang diatas 10 persen.

“Hal itu antara lain karena pembinaan dan pengembangan koperasi di tanah air selama ini kurang konsisten, karena itulah awal 2014 lalau kita lakukan reformasi total koperasi,” kata Puspayoga selaku Menteri Koperasi dan UKM dalam rilis yang diterima PONTAS.ID, Jakarta, Senin, (16/4/18).

Menurut Puspayoga, inkonsistensi pembinaan ini menyebabkan perkembangan koperasi di Indonesia berjalan relatif lamban, kalaupun jumlahnya banyak hanya dari segi kuantitas saja.

Koperasi ini didirikan atas inisiatif aktivis organisasi buruh National Trade Union Conggress (NTUC) dan pengaruhnya di pemerintahan cukup kuat, dimana anggotanya mencapai 500 ribu orang, dibanding jumlah penduduknya yang hanya 6 juta jiwa.

Pada era yang sama tahun 1970 an, Indonesia gencar membangun Koperasi Unit Desa (KUD), namun berbeda pendekatannya. Kalau NTUC Fair Price dibangun dengan konsep pelibatan partisipasi masyarakat dan terutama para pekerja untuk aktif mencari solusi kehidupan mereka sendiri secara otonom, KUD dibangun dengan konsep dari atas dan interventif. Diberikan banyak fasilitas modal, gedung, manajemen, pengutamaan bidang bisnis.

Hasilnya, kalau NTUC Fair Price tumbuh dan berkembang pesat sebagai entitas bisnis mandiri yang dimiliki masyarakat secara luas, KUD malah rontok satu persatu karena fasilitas yang ada dicabut hingga kehilangan kepercayaan masyarakat. “Karena itulah, sejak akhir 2014, kita melakukan reformasi total koperasi, yang kini sudah mulai membuahkan hasil alias pecah telur. Dimana dulu sanpai 2014, PDB koperasi hanya 1,7 persen kini menjadi 4,1 persen,” tuturnya.

Dengan berbagai langkah yang konsisten, Menkop dan UKM Puspayoga menargetkan pada 2019, kontribusi PDB koperasi di Indonesia bisa mencapai 5 persen. Artinya, sudah akan menyamai Malaysia setidaknya.

Puspayoga menegaskan PDB koperasi tidak bisa lagi pada angka yang rendah harus terus dikejar pertumbuhannya. Banyak perubahan dalam regulasi yang dilakukan pemerintah untuk berpihak kepada koperasi. “Tanpa koperasi berperan baik, tidak akan terjadi pemerataan kesejahteraan. Marilah bersama-sama koperasi betul-betul berperan untuk anggota,” tutupnya.

Previous articleKembangkan Kemitraan UMKM Perkuat Menghadapi Pasar Bebas
Next articleParpol Pendukung Jokowi Ogah Laporkan Amien Rais

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here