Penindakan,Pemberantasan Pelaku IUU Berdampak Positif Untuk RI

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat memantau pembangunan SKPT Merauke/ Foto: Humas KKP

Jakarta, PONTAS.ID – Pemberantasan Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing digalakkan, maka pemerintah maupun masyarakat dapat merasakan manfaat dari berlimpahnya sumber daya laut Indonesia. Hal ini sampaikan menteri Kelautan dan Perikan Susi Pujdiastuti saat kunjungan kerja ke merauke tempo lalu, menurutnya, kini sudah saatnya sumber daya laut dikembalikan kepada bangsa Indonesia.

“Mana nelayan asli Papua? Sedikit sekali. Saya dengan pemerintah istilahnya mencoba mengembalikan sumber daya alam ini untuk anak-anak Papua, untuk bangsa Indonesia. Tapi kemampuan kita masih jauh. Kalau kita sudah punya SKPT, ada cold storage, ada nelayan, kita buat perahu kecil ada 100 misalnya, kapal 5 GT ada 100, kapal besar ada 100, kapal besar lagi ada 100, semua lengkap di wilayah terluar pulau-pulau atau perbatasan,” unkap Susi, melalui keterangan tertulis dari Humas Kementerian KKP Kepada PONTAS.ID, Selasa (22/3/2018).

“Mungkin nanti (saat aktivitas SKPT sudah berjalan) Pak Bupati buat Perda, semua ikan harus dilelang dan retribusinya berapa dipungut oleh Pemda,” tambahnya.

Semangat ini diamini oleh Bupati Merauke Frederikus Gebze. “laut Papua harus dimanfaatkan untuk mengangkat harkat, martabat, taraf hidup, dan ekonomi masyarakat di wilayah pesisir. Untuk itu, ia juga meminta agar nelayan saling bertukar informasi dan keahlian demi kemajuan bersama”, ungkap Fredrikus

Lanjut Fredrikus, Nelayan harus saling tukar informasi. Kalau bisa bikin jaring ajarkan pada yang lain agar yang lain juga bisa bikin. Laut itu terbentang luas, perjuangan masing-masing, tapi untuk bertahan harus saling berbagi.

“Kalau ikan di laut saja bisa kita jaga, bagaimana orang Papua tidak bisa kita buat maju di tanah ini,” imbuhnya.

Sebagaimana dilaporkan Pjs. Gubernur Papua Sudarmo, kebijakan moratorium kapal asing selama ini telah berdampak terhadap meningkatnya stok ikan dan kesejahteraan nelayan dengan jarak penangkapan yang semakin dekat. Jumlah nelayan tahun 2013-2017 pun meningkat sebesar 1,1 persen.

Di tahun 2017, jumlah armada perikanan tangkap di Papua meningkat menjadi 20.338 unit yang didominasi oleh perahu tanpa motor dan motor tempel. Jumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) juga tumbuh menjadi 221 unit.

Sudarmo berharap, jumlah tersebut akan terus bertambah seiring dengan tumbuhnya geliat bisnis industri perikanan dengan adanya pembangunan SKPT Merauke ini.

Editor: Idul HM

Previous articleTingkatkan Kunjungan Wisman, Riau Siapkan 64 Event
Next articlePemasangan Baliho Paslon Sumut, KPU: Meminta Saling Menjaga APK

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here