Sejajarkan Ahok dengan Nelson Mandela, Begini Penjelasan Emrus

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)

Jakarta, PONTAS.ID – Pengamat Politik Emrus Sihombing, menilai, mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) cocok untuk menggeluti bidang sosial kemasyarakatan setelah bebas dari penjara nanti.

Alasannya, Ahok disebut-sebut layak disamakan dengan tokoh Nelson Mandela. Keduanya, dinilai sama-sama lantang dalam memperjuangkan pluralisme.

“Saya kira bidang yang tepat bagi Ahok setelah bebas itu bergerak di social movement. Meningkatkan kesadaran masyarakat akan makna pluralisme,” ujar Emrus melalui pesan singkat di Jakarta, Jumat (16/3/2018).

Emrus mengatakan, Ahok cocok menjadi tokoh pluralisme karena pengalamannya sebagai korban gerakan eksklusif yang tidak hanya membuatnya kalah dalam Pilkada DKI Jakarta 2017, tapi juga terpaksa harus mendekam di balik terali besi.

“Karena itu, Ahok bisa menjadi pejuang sosial kemasyarakatan. Artinya, social movement tentang pluralisme, kebangsaan, kebersamaan dan tidak membedakan seseorang berdasarkan suku, agama, ras dan antargolongan,” ucapnya.

Salah satu pengajar di Universitas Pelita Harapan itu lantas mencontohkan pengalaman Nelson Mandela. Ia menerangkan, Tokoh yang gemar mengenakan batik itu mendekam di penjara selama puluhan tahun sebelum menjadi presiden Afrika Selatan.

Setelah terbebas dari penjara karena menentang sistem apartheid yang membedakan kulit hitam dari kulit putih, Mandela tidak mendendam. Dia justru merangkul semua kalangan untuk membawa perubahan lebih baik bagi Afrika Selatan.

“Nah, dengan bebasnya Ahok diharapkan dapat menjadi Nelson Mandela Indonesia. Dia sebagai korban sebaiknya memaafkan. Tak boleh menghabiskan waktu mempersoalkan apa yang telah terjadi,” kata Emrus.

Penulis: Edu
Editor: Hendrik JS

Previous articleFIFA Resmi Gunakan VAR di Piala Dunia 2018
Next articleBaznas Tunggu Fatwa MUI Soal Zakat ASN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here